Breaking News:

Razia Jam Malam di Kuningan, Satgas Gabungan Covid-19 Hukum Pelanggar Aturan PSBM

Ya mau gimana lagi. Meski kita usaha menggunakan standar kesehatan atau protokol covid19, kalau ada jam pembatasan ya gimana

TribunCirebon.com/Ahmad Ripai
ILUSTRASI - Petugas kepolisian Kuningan memberikan pengarahan kepada pengunjung kafe yang tidak memakai masker saat razia, Sabtu (22/8/2020) malam. 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Jajaran petugas Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kuningan yang terdiri dari Kepolisoan, TNI, Pol PP dan Dishub gencar lakukan razia jam malam.

"Pengawasan atau operasi ini untuk menghindari pelaku usaha yang tidak mengindahkan kebijakan Bupati yang tela mengeluarkan kebijakan PSBM (Pembatasan Sosial Berskala Mikro, red), ungkap Kabag Ops Polres Kuningan, Kompol Tri Sumarsono mewakili Kapolres Kuningan AKBP Lukman SD Malik, di sela operasi yustisi di kawasan Pasar Krucuk, Selasa (29/9/2020).

Tri menerangkan, kebijakan pemerintah dalam penerapan PSBM di Kuningan untuk mencegah peningatan jumlah penyebaran covid-19.

Ada Klaster Corona di Dua Desa di Kecamatan Cigandamekar, Bupati Kuningan Terapkan PSBM

Kecamatan Majalengka Jadi Penyumbang Terbanyak Kasus Aktif Covid-19 di Kota Angin

Teknis operasi yustisi tentang pembatasan jam malam, kata dia, tim dalam kegiatan ini terbagi dua kelompok.

"Kelompok pertama melakukan penyisiran di kawasan Kuningan kota dan kita kelompok dua, di sepanjang jalan jalur Kuningan - Cirebon," katanya.

Salah seorang pemilik kedai di kawasan Pasar Krucuk,  Nana mengatakan, pihaknya akan turut serta  mengikuti anjuran dan peraturan pemerintah.

"Ya mau gimana lagi. Meski kita usaha menggunakan standar kesehatan atau protokol covid19, kalau ada jam pembatasan ya gimana?" katanya.

Penambahan kasus positif covid-19 di Kuningan, Jawa Barat mencatatkan rekor. Satgas Penanganan Covid-19 Kuningan merilis ada penambahan 58 kasus baru pada Selasa (29/9/2020).

"Selain merilis penambahan 58 kasus baru, Satgas Penanganan Covid-19 Kuningan juga merilis penambahan dua pasien positif covid-19 yang meninggal dunia," ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan Susi Lusianti saat dihubungi melalui sambungan telepon.

Menurut Susi, dari 58 kasus baru tersebut terdiri atas penambahan 37 kasus baru di klaster Ponpes Husnul Khotimah dan 21 kasus dari hasil tracing kontak erat di berbagai kecamatan.

"58 itu dari 37 klaster Ponpes Husnul Khotimah dan 21 dari kontak-kontak erat di kecamatan Cibuntu, Ciniru, Cibingbin, Jalaksana dan Cigandamekar," ujar Susi.

Meski ada lonjakan kasus baru dan ditemukannya klaster ponpes, kata Susi sampai dengan saat ini Kuningan masih berada di zona oranye.

"Satgas Penanganan Covid-19 Kuningan tengah mengantisipasi pergerakan masyarakat asal Cirebon baik kota maupun kabupaten yang menjadi zona merah," katanya.

Jadi, kata Susi, pergerakan orang Cirebon ke Kuningan itu cukup tinggi terutama untuk berwisata. "Makanya kita antisipasi dengan membatasi wisata hanya boleh buka sampai jam 4 sore dan mengaktifkan check point," katanya. (*)

Penulis: Ahmad Ripai
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved