Breaking News:

Polisi Bubarkan Hiburan Musik Karawitan di Pesta Pernikahan Warga Sumenep, Kerumunan Dilarang

Sebelum acara hiburan tersebut dibubarkan, pihaknya sudah memberi peringatan kepada kepala desa. Namun, peringatan itu tidak dihiraukan.

Editor: Machmud Mubarok
IRNA
Ilustrasi Virus Corona 

TRIBUNCIREBON.COM - Kepala Kepolisian Sektor Ambunten, Kabupaten Sumenep, AKP Junaidi bersama dengan anggotanya, membubarkan paksa kegiatan hiburan musik karawitan di Desa Beluk Ares, Kecamatan Ambunten, Selasa (29/9/2020).

Hiburan karawitan itu digelar dalam rangka pesta perkawinan salah satu keluarga di Desa Beluk.

Ada 500 lebih undangan yang hadir dalam pesta hiburan itu.

Izinnya Cuma Resepsi Pernikahan, Ternyata Berlanjut Acara Dangdutan, Auto Dibubarkan Polisi Bekasi

Cerita Seniman Indramayu di Tengah Pandemi, Ngamen hingga Takut Dibubarkan, Sehari Dapat Rp 15 Ribu

SD di Rancasari Kota Bandung Berani Gelar Belajar Secara Tatap Muka, Auto Dibubarkan Satpol PP

Junaidi menuturkan, empat hari sebelumnya sudah tersiar kabar bahwa akan ada hiburan kesenian karawitan di Desa Beluk Ares. 

Junaidi memerintahkan anggotanya untuk memantau rencana hiburan tersebut. Hingga tiba hari pelaksanaan kegiatan huburan tersebut, tidak ada pemberitahuan dan izin ke Polsek.

"Tidak ada izinnya ke kami sehingga kami bubarkan," ujar Junaidi, saat dihubungi, Selasa.

Sebelum acara hiburan tersebut dibubarkan, pihaknya sudah memberi peringatan kepada kepala desa. Namun, peringatan itu tidak dihiraukan.

"Kami bubarkan acara hiburannya. Namun, sebelum kami bubarkan, kami koordinasi lagi dengan tuan rumah dan kepala desa sambil kami berikan imbauan," ujar dia.

Saat mau dibubarkan, pihak tuan rumah sempat menolak. Namun, melalui pendekatan persuasif yang dilakukan oleh polisi, akhirnya tuan rumah rela membubarkan acaranya.

Alasan pembubaran acara tersebut karena Kabupaten Sumenep sudah masuk zona merah dalam penyebaran Covid-19.  Oleh sebab itu, segala kegiatan yang mengundang kerumunan massa, dilarang dan bisa dikenai sanksi pidana.

"Saat ini Sumenep sudah zona merah lagi. Tidak boleh ada lagi kegiatan yang mengundang kerumunan massa. Kalau melanggar, Kapolseknya bisa dicopot, kepala desa, tuan rumah dan pemilik hiburannya bisa dipidana semua," ungkap dia.

Untuk mengantisipasi kejadian terulang kembali di tempat yang lain, Junaidi telah berkoordinasi dengan Koramil Ambunten, camat dan para kepala desa di Kecamatan Ambunten. 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Polisi Bubarkan Hiburan Pesta Pernikahan yang Dihadiri 500 Orang di Sumenep", Klik untuk baca: https://regional.kompas.com/read/2020/09/29/21053571/polisi-bubarkan-hiburan-pesta-pernikahan-yang-dihadiri-500-orang-di-sumenep.
Penulis : Kontributor Pamekasan, Taufiqurrahman
Editor : Robertus Belarminus

Download aplikasi Kompas.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat:
Android: https://bit.ly/3g85pkA
iOS: https://apple.co/3hXWJ0L

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved