Selasa, 7 April 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

Virus Corona di Kuningan

Kasus Positif Covid-19 di Kuningan Bertambah 58 Hari Ini, Zona Merah Mengintai

Satgas Penanganan Covid-19 Kuningan merilis ada penambahan 58 kasus baru pada Selasa (29/9/2020).

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Mutiara Suci Erlanti
IRNA
Ilustrasi Virus Corona 

Laporan Kintributor Kuningan,Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Penambahan kasus positif Covid-19 di Kuningan, Jawa Barat mencatatkan rekor.

Satgas Penanganan Covid-19 Kuningan merilis ada penambahan 58 kasus baru pada Selasa (29/9/2020).

"Selain merilis penambahan 58 kasus baru, Satgas Penanganan Covid-19 Kuningan juga merilis penambahan dua pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia," ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan Susi Lusianti saat dihubungi melalui sambungan telepon.

Penyebab Serangan Jantung Mendadak Saat Bersepeda, Pesepeda Pemula Harus Waspada Hal Ini

Menurut Susi dari 58 kasus baru tersebut terdiri dari penambahan 37 kasus baru di klaster Ponpes Husnul Khotimah dan 21 kasus dari hasil tracing kontak erat di berbagai kecamatan.

"58 itu dari 37 klaster Ponpes Husnul Khotimah dan 21 dari kontak-kontak erat di kecamatan Cibuntu, Ciniru, Cibingbin, Jalaksana dan Cigandamekar," ujar Susi.

Bawaslu Indramayu Imbau Paslon Segera Lakukan Swab Test Usai Berkampanye Secara Blusukan

Daftar Harga HP Vivo Terbaru V20 dan V20 SE, Pemesanan Mulai September Ini Lewat Online & Offline

Meski ada lonjakan kasus baru dan ditemukannya klaster ponpes, kata Susi sampai dengan saat ini Kuningan masih berada di zona orange.

"Satgas Penanganan Covid-19 Kuningan tengah mengantisipasi pergerakan masyarakat asal Cirebon baik kota maupun kabupaten yang menjadi zona merah," katanya.

Jadi, kata Susi, pergerakan orang Cirebon ke Kuningan itu cukup tinggi terutama untuk berwisata.

"Makanya kita antisipasi dengan membatasi wisata hanya boleh buka sampai jam 4 sore dan mengaktifkan check point," katanya.

Diketahui sebelumnya, Jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di klaster Ponpes Husnul Khotimah, Desa Maniskidul, Kecamatan Jalaksana, Kuningan mengalami penambahan hingga total sekarang sebanyak 93 orang dari sebelumnya 56 orang.

"Ada penambahan 37 orang yang positif dari hasil swab yang dilakukan hari Sabtu dan Minggu kemarin,” ungkap juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kuningan Agus Mauludin saat ditemui di sela monitoring lingkungan ponpes, Selasa (29/9/2020).
Agus menerangkan, dari sebanyak 37 orang yang positif rata-rata memiliki gejala klinis demam, batuk dan pilek dan jumlah tersebut didominasi kalangan santri.
"Semuanya saat ini sudah ditangani tim medis dan menjalani karantina," katanya.
Agus mengungkapkan, Ponpes Husnul Khotimah jadi klaster baru covid-19 di Kuningan itu terjadi, setelah ditemukan sebanyak 46 orang santri positif terpapar Covid-19 pada Jumat pekan lalu.
“Sebelumnya juga pada akhir Agustus dan pertengahan September lalu ada 10 orang santri yang terlebih dahulu positif Covid-19,” katanya.
Update Kasus Covid-19
Mengenai update kasus Covid-19 hari ini, kata dia, untuk kasus suspek total sebanyak 2168 orang, dengan jumlah Discarded ada sebanyak 2120 orang dan masih melakukan karantina ada sebanyak 48 orang.
Di samping itu, untuk kasus rapid positif ada sebanyak  222 orang dan masih karantina ada 38 orang. 
“Kemudian untuk jumlah sembuh rapid positif ada sebanyak 169 orang dan untuk yang meninggal rapid positif hingga kini sebanyak 15 orang.
Rapid positif jadi terkonfirmasi ada 1 orang dan kasus suspek menjadi konfirmasi ada 1 orang. Dalam kasus ini didominasi berjenis kelamin dari laki-laki sebanyak 1399 orang dan Perempuan ada 778 orang,” katanya.
Selain itu, untuk kasus konfirmasi hingga saat ini total ada 324 orang  dengna jumlah Discarded ada 159 orang dan masih karantina ada 154 orang.
“Dalam kasus teronfirmasi ini jumlah meninggal jadi 11 orang, mereka di dominasi dalam kasus terkonfirmasi ini dari Laki-Laki ada 206 orang dan perempuan sebanyak 118 orang,” ungkapnya.
Kemudian untuk kasus kontak erat ada sebanyak total ada 765 orang dan jumlah discarded sebanyak 685 orang.
“Dalam kasus kontak erat ini berjenis kelamin dari laki-laki ada 379 orang dan perempuan sebanyak 386 orang,” ujarnya. (*)
Wagub Monitoring Swab Test
Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum bareng rombongan tim medis penangan Covid-19 provinsi, melakukan monitoring terhadap pelaksanaan swab tes di lingkungan Pondok Pesantren Husnul Khotimah, Kuningan, Selasa (29/9/2020).
Sebelumnya, Wagub Uu Ruzhanul Ulum datang ke Pendopo Kuningan dan memberikan arahan terkait penangan covid-19 di Jawa Barat termasuk Kuningan. 
“Kedatangan kami ke daerah, tentu mendapat restu Pak Gubernur, juga sebagai sebagai bentuk perhatian atas kejadian di lingkungan Ponpes Husnul Khotimah ini,” kata Uu kepada wartawan seusai lakukan monitoring pelaksanaan swab tes di lingkungan ponpes.
Uu menjelaskan, dalam pertemuan sebelumnya dengan Bupati Acep, pihaknya telah membahas upaya penanggulangan Covid-19 di daerah.
Menurutnya, dalam kondisi AKB (Adaptasi Kebiasaan Baru,  red) saat sekarang, ada tiga benteng yang ditekankan Pemprov Jabar untuk penanganan Covid-19.
Ketiga itu, kata dia, mengenai situasi lingkungan masyarakat dari Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta Protokol Kesehatan.
"Kemudian, selalu mengadakan test termasuk PCR dan terakhir itu cepat tanggap ketika ada yang terpapar Covid-19," ungkapnya.
Ketiga benteng tadi, kata dia, tentu membutuhkan kerjasama antara pemerintah dan masyarakat.
“Terutama untuk bersikpa terbuka dan jujur saat mendapat pelayanan dari pemerintah,” ungkapnya.
Soal bantuan, kata Mantan Bupati Tasik ini menjelaskan, pemerintah porvinsi tentu komitmen dalam melakukan pencegahan terhadap penyebaran virus corona.
“Kami Pemprov Jabar memberikan bantuan sejumlah 5000 alat untuk tes swab bagi warga pesantren,” ujarnya. 
Mantan Bupati Tasik ini mengatakan, pemerintah Provinsi Jabar juga terus melaukan sosialisasi dan edukasi terhadap lingkungan pesantren di Jawa Barat.
“Kami sebelumnya telah lakukan sosialisasi di sebanyak 500 kiyai atau pengasuh ponpes se-Jawa Barat,” ujarnya. 
Bentuk sosialisasi atau edukasi, kata dia, tidak lain untuk istiqomah dalam menjaga kesehatan dan tidak melaukan kegitan yang mengundang terhadap paparan Covid-19.(*)
Sumber: Tribun Cirebon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved