Breaking News:

Kasus Covid-19 Naik, SMA/SMK di Kota Sukabumi Hentikan Belajar Tatap Muka, Kembali Belajar Daring

Sejumlah sekolah tingkat SMA/SMK di Kota Sukabumi yang telah menggelar belajar tatap muka, kini kembali melakukan belajar secara daring.

Editor: Machmud Mubarok
Tribuncirebon.com/Ahmad Imam Baehaqi
Ilustrasi - Sejumlah pelajar saat mengikuti pembelajaran daring menggunakan fasilitas WiFi gratis yang disediakan Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Jabar di Masjid Pusaka Gerilya, Desa Wanasaba Kidul, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, Selasa (25/8/2020). 

Laporan Kontributor Kota Sukabumi, Fauzi Noviandi.

TRIBUNCIREBON.COM, SUKABUMI - Sejumlah sekolah tingkat SMA/SMK di Kota Sukabumi yang telah menggelar belajar tatap muka, kini kembali melakukan belajar secara daring.

Itu terjadi karena Jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Sukabumi terus mengalami peningkatan.

Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi menjelaskan, hingga saat ini proses belajar tatap muka di tingkat SM/SMK masih berjalan, namun ada beberapa yang menghentikan sementara proses belajar tatap muka.

10 SMP di Kota Sukabumi Nyatakan Siap Lakukan Belajar Tatap Muka, Tinggal Disurvei Gugus Tugas

Siswa Wajib Bawa Surat Izin dari Orang Tua, 28 SMA/SMK di Kota Sukabumi Gelar Belajar Tatap Muka

Sekolah SMA/SMK di Sukabumi Mulai Belajar Tatap Muka Terbatas, 1-7 September 2020

"Memang ada beberapa sekolah yang secara inisiatif sendiri menghentikan sementara proses belajar tatap muka, disisi lain masih ada yang melakukan belajar tatap muka," katanya saat diwawancarai Tribunjabar.id di ruang kerjanya, Selasa, (29/9/2020).

Sejumlah sekolah yang menghentikan sementara belajar tatap tersebut lanjut dia, karena adanya kekhawatiran melihat situasi pertumbuhan kasus Covid-19 yang mengalami peningkatan.

"Terkait pertumbuhan kasus diwilayah Kota Sukabumi yang meningkat ini, kita telah melakukan koordinasi dengan Pemprov Jabar, apakan harus segera dihentikan atau seperti apa," ucapnya

Selain itu Fahmi mengatakan, tahapan belajar tatap muka di tingkat SMP itu diundur menjadi tiga kali masa ingkubasi, karena perkembangan kasus Covid-19 mengalami peningkatan.

"Setelah melihat pertubuhan kasus Covid-19 yang terus berkembang kita putuskan tahapan belajar tatap muka ditambah menjadi tiga kali masa inkubasi, jadi sifatnya masih kondusional," ucapnya

Fahmi mengimbau, masyarakat Kota Sukabumi untuk tetap waspada dengan Covid-19 dengan cara melakukan protokol kesehatan, seperti menggunakan masker, mencuci tangan serta menjauhi kerumunan.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved