Breaking News:

Viral

Ijazah dengan IPK 3,04 Jadi Kado Terakhir Mahasiswa Indramayu Ini Untuk Orang Tuanya, Kisahnya Viral

Radja Adam Zagwani tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Hukum di Universitas Wiralodra (Unwir) Indramayu, ia meninggal dunia karena sakit.

ISTIMEWA
Tangkapan layar seorang ibu saat mewakili prosesi wisuda anaknya yang sudah meninggal dunia di Universitas Wiralodra Indramayu, Selasa (29/9/2020). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Prosesi wisuda menjadi momen yang paling dinanti seluruh mahasiswa.

Namun, di saat momen tersebut hampir dicapai, Radja Adam Zagwani (23) justru dikabarkan meninggal dunia.

Radja Adam Zagwani tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Hukum di Universitas Wiralodra (Unwir) Indramayu, ia meninggal dunia karena sakit pada 17 Maret 2020 atau 11 hari sebelum resmi dinobatkan sebagai wisudawan.

Rektor Unwir Indramayu, Ujang Suratno mengatakan, Radja Adam Zagwani seharusnya diwisuda pada 28 Maret 2020 saat wisuda gelombang 1.

Kota Cirebon Masuk Zona Merah Covid-19, Kadinkes: Kondisinya Sudah Sulit Sejak AKB

Pemkab Majalengka Akan Bangun Balai Latihan Kerja Pada Tahun 2021 Mendatang

Namun, karena pandemi, prosesi wisuda akhirnya ditunda dan dijadikan satu dengan wisuda gelombang 2 pada Sabtu (26/9/2020) kemarin, wisuda para mahasiswa itu pun lalu dibagi ke dalam 4 sesi agar tidak menimbulkan kerumunan.

Dalam acara yang seharusnya berlangsung sakral, sekita mendadak berubah menjadi momen yang sangat mengharukan di sesi ketiga.

Radja Adam Zagwani yang sudah meninggal dunia digantikan oleh sang ibu menjadi peserta wisuda.

Tangkapan layar seorang ibu saat mewakili prosesi wisuda anaknya yang sudah meninggal dunia di Universitas Wiralodra Indramayu, Selasa (29/9/2020).
Tangkapan layar seorang ibu saat mewakili prosesi wisuda anaknya yang sudah meninggal dunia di Universitas Wiralodra Indramayu, Selasa (29/9/2020). (Istimewa)

Dengan menggunakan gamis ungu, ibu Radja Adam Zagwani hadir dengan membawa bingkai foto anaknya yang sudah meninggal dunia. Foto itu terus ia peluk di dada, matanya berlinang air mata.

Tangis perempuan paruh baya itu tak bisa dibendung lagi, air mata tak henti-hentinya keluar saat pihak rektorat menyerahkan ijazah hasil perjuangan anaknya tersebut.

Halaman
1234
Penulis: Handhika Rahman
Editor: Mutiara Suci Erlanti
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved