Breaking News:

8 Alat Peringatan Dini di Pantai Selatan Garut Rusak Semua, Tsunami Datang Tak Bisa Dideteksi

EWS tersebut dipasang BNPB pada 2013. Kerusakan terjadi selain karena korosi, juga akibat tangan jahil masyarakat

Editor: Machmud Mubarok
NET
Ilustrasi tsunami 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Wijaksana

TRIBUNCIREBON.COM, GARUT - Alat peringatan dini tsunami atau early warning system (EWS) yang ada di Kabupaten Garut dalam kondisi rusak. Padahal keberadaan EWS sangat penting untuk memberi peringatan kepada masyarakat jika terjadi tsunami.

Kepala Bidang Pencegahan dan Mitigasi Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Garut, Tubagus Agus Sofyan menyebut ada delapan EWS yang terpasang di selatan Garut. Namun semua EWS itu kini dalam kondisi rusak.

Adanya kajian soal potensi tsunami 20 meter di selatan Jawa kini jadi perhatian. Mitigasi bencana jadi upaya untuk mencegah banyaknya korban.

Ada 9 Kabupaten/Kota di Pantai Selatan Jawa Berpotensi Terdampak Apabila Tsunami Besar Menerjang

Ancaman Megathrust di Banten, Tsunami 20 Meter dari Pantai Selatan Jawa Bisa Menyapu Banten Selatam

Waspada! Ada 156 Desa di Tiga Daerah di Jatim Terancam Tsunami 20 Meter dari Pantai Selatan Jawa

"Kedelapan EWS yang ada di sepanjang pantai selatan Garut dalam kondisi rusak. Sudah tidak bisa dipakai dan memberi peringatan jika terjadi bencana," ucap Tubagus, Selasa (29/9).

EWS tersebut dipasang BNPB pada 2013. Kerusakan terjadi selain karena korosi, juga akibat tangan jahil masyarakat. Sejumlah bagian dari EWS ada yang dicuri hingga tak berfungsi.

Kedelapan EWS itu dipasang di Kecamatan Cibalong, Pantai Sayang Heulang Pameungpeuk, Pantai Karangpapak Cikelet, Cigadog Cikelet, Desa Karangsari Cikelet, Mekarmukti, SMPN 3 Bungbulang, dan Pantai Rancabuaya Caringin.

Pemasangan delapan EWS di sepanjang pantai Selatan Garut tersebut, dilakukan bersamaan dengan pemasangan EWS se Pulau Jawa oleh BNPB.

"Sudah keropos, ada yang rusak berat juga. Pemeliharaannya tidak diberikan ke Garut. Tapi masih sama pusat ," ujarnya.

Kekhawatiran akan terjadinya tsunami besar dirasakan masyarakat di pesisir selatan Garut. Asep Hidayat (43), nelayan di Rancabuaya, Kecamatan Caringin, mengaku sudah mendapat kabar soal potensi tsunami 20 meter.

Apalagi wilayah selatan Garut kerap diguncang gempa. Kepanikan sering dirasakan karena khawatir akan terjadi tsunami.

"Takut ada tsunami kalau sudah gempa. Soalnya dekat ke pantai. Beberapa kali saya ikut simulasi dari BPBD untuk menyelamatkan diri," kata Asep.

Asep mengaku sudah diberi tahu ciri-ciri jika terjadi tsunami. Jalur evakuasi juga sudah disiapkan seandainya terjadi tsunami.

Terkait EWS yang terpasang di Pantai Rancabuaya, menurut Asep sudah lama rusak. Ia menyebut, banyak tangan jahil yang merusak alat tersebut.

"Ada beberapa alat di dalam EWS yang dicuri katanya. Jadi tidak berfungsi. Masih ada alatnya di laut, sering lihat saya juga," ujarnya. (firman wijaksana)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved