Breaking News:

Pembunuhan Sopir Truk Kacang Kedelai

Sebelum Dibunuh, Sopir dan Pelaku Sempat Transaksi Menjual Kacang Kedelai 35 Ton Diam-diam

Hal itu diketahui setelah si pelaku mengaku bahwa mereka sudah melakukan perjanjian bertemu di lokasi tersebut.

Penulis: Eki Yulianto | Editor: Mumu Mujahidin
Eki Yulianto/Tribuncirebon.com
Seorang pelaku pembunuhan sopir truk PT Surya Permata Abadi yang mengangkut 35 ton kedelai berhasil ditangkap Sat Reskrim Polres Majalengka 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Sopir truk kacang kedelai yang tewas dibunuh sempat menjalani transaksi dengan si pelaku berinisial S (45) di rest area Balaraja Tangerang.

Hal itu diketahui setelah si pelaku mengaku bahwa mereka sudah melakukan perjanjian bertemu di lokasi tersebut.

"Ya, bahkan si sopir ini menghubungi terlebih dahulu si tersangka untuk bertemu dan disepakati bertemu di rest area untuk menjual kacang kedelai tanpa sepengetahuan perusahaan," ujar Kapolres Majalengka, AKBP Bismo Teguh Prakoso didampingi Kasat Reskrim, AKP Siswo DC Tarigan saat konferensi pers, Senin (28/9/2020).

BREAKING NEWS Pembunuh Sopir Truk Bermuatan 35 Ton Kacang Kedelai Diringkus Polisi

Sebanyak 35 Ton Kacang Kedelai Dirampok Komplotan Maling di Majalengka, Ini Kronologisnya

Namun, selama proses negosiasi tersebut, tidak ada titik temu terkait harga penjualan kacang kedelai yang diketahui berjumlah 35 ton tersebut.

Akhirnya, pelaku yang ditemani tiga rekannya, membunuh sang sopir di dalam mobil sewaan tepatnya di jok belakang.

"Sebelum Dibunuh, sopir disiksa dulu di mobil Avanza hitam hasil sewaan. Dibunuh dengan cara dijerat dengan tali yang sudah dibawanya," ucapnya.

Setelah itu, sambung Kapolres, mobil truk bermuatan kacang kedelai itu dikendarai oleh pelaku lainnya menuju Gate Tol Sumberjaya, Kabupaten Majalengka.

Sementara, jasad sopir disimpan di bagasi dengan tangan dan kaki dalam kondisi terikat.

"Nah awal mula terungkapnya di sini, mobil bermuatan kacang kedelai itu diketahui berada di Kecamatan Palasah, pihak perusahaan menduga ada ketidakberesan yang terjadi, karena lokasi mobil menyimpang di luar jalur," jelas dia.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved