Breaking News:

Persib Bandung

Robert Alberts Jengkel, Merasa Dirugikan dengan Perubahan Jadwal Persib Bandung

PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator Liga 1 menukar jadwal pertandingan pekan ke-8 menjadi pekan ke-4

Tribun Jabar/Ferdyan Adhy Nugraha
Robert Alberts 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferdyan Adhy Nugraha

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Pekan keempat Liga 1 2020 yang akan bergulir 1 Oktober mendatang mengalami perubahan jadwal pertandingan.

PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator Liga 1 menukar jadwal pertandingan pekan ke-8 menjadi pekan ke-4

Direktur Utama PT LIB, Akhmad Hadian Lukita mengungkapkan, perubahan ini dilakukan setelah mendengar saran dan masukan dari klub terkait padatnya jadwal kompetisi. ( Persib hari ini, Robert Alberts merasa dirugikan dengan perubahan Jadwal Persib Bandung )

Selain itu, klub yang memutuskan untuk berpindah home base menjadi pertimbangan perubahan jadwal pertandingan.

“Perubahan itu kami putuskan setelah mempertimbangkan saran dan masukan dari klub terkait padatnya jadwal pertandingan dan perubahan home base beberapa klub. Maka akan sangat berpengaruh terhadap pertandingan pertama dan laga-laga berikutnya,” ujar Akhmad dikutip dari laman resmi Liga Indonesia.

Satu di antara tim yang merasa dirugikan karena perubahan jadwal ini adalah Persib Bandung. Seharusnya, Persib dijamu Madura United di Stadion Gelora Pamelingan, Pamekasan, Minggu (4/10/2020).

Namun PT LIB memutuskan untuk mengganti jadwal Persib menjadi menghadapi PSM Makassar di Stadion Sulta Agung, Bantul.

Pelatih Persib, Robert Alberts, mengatakan, masih menunggu klarifikasi dari PT LIB mengenai perubahan ini.

Sebab dia merasa, perubahan jadwal pertandingan dari Madura United ke PSM sangat merugikan timnya.

"Saya tidak tahu, karena ini mempengaruhi kami, ini sangat berdampak pada kami. Saya menunggu kabar resmi dari pihak manajemen kenapa mereka mengubah ini," ujar Robert di Stadion GBLA, Sabtu (26/9/2020).

Dia mengakui, telah meminta PT LIB untuk mengubah jadwal pertandingan kontra Barito Putera yang seharusnya 10 Oktober menjadi 8 Oktober.

Ini dilakukan karena pelatih asal Belanda itu tak ingin anak asuhnya terlalu lama berada di luar Bandung.

"Kami masih menunggu apa alasannya, karena bukan perubahan ini yang kami minta. Tidak ada yang bisa kami lakukan dengan keputusan itu," katanya.

Secara matematis, Persib sebenarnya diuntungkan karena perjalanan ke Bantul lebih dekat dari pada ke Pamekasan.

Selain itu, Omid Nazari dkk bisa menetap di Yogyakarta selepas laga melawan PSM.

Sebab setelahnya, Persib akan menghadapi Barito Putera di Stadion Maguwoharjo, Sleman.

Namun bagi arsitek tim asal Belanda itu, perubahan jadwal seperti ini sama sekali tidak menguntungkan Persib.

Justru dia merasa dirugikan karena rencananya menjadi berantakan.

"Tidak peduli dimana kami memainkan laga pertama, ini bukan keuntungan. Perjalanan juga sama-sama jauh jadi bukan satu keuntungan dimana kami akan bermain. Tapi kini masih harus menjadwal ulang beberapa hal, kami sudah memesan hotel dan kami juga harus menjadwal ulang hal lain," ucapnya.

Sementara itu, Direktur PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Teddy Tjahjono masih mempelajari terkait perubahan jadwal pertandingan ini.

Dia masih akan berdiskusi dengan tim pelatih sebelum menentukan sikap.

"Kami lagi pelajari statutanya apa saja. Tim juga sudah mempelajari terkait perubahan jadwal. Mereka lagi pelajari perubahannya dimana," ujar Teddy kepada Tribun Jabar melalui aplikasi WhatsApp, Minggu (27/9/2020).

Teddy menambahkan, pihaknya belum bisa menyebut apakah perubahan ini merugikan atau malah menguntungkan Persib. Meski jarak lebih dekat dari pada ke Madura, Persib tetap saja harus mengubah rencana yang telah disusun.

Di samping itu, Persib kata Teddy untuk sementara akan menetap di Yogyakarta dalam dua partai tandang menghadapi PSM Makassar dan Barito Putera. Manajemen tengah menyiapkan semua fasilitas yang dibutuhkan oleh tim mulai dari tempat latihan hingga hotel.

"Lagi (urus) sekarang. Karena jadwal berubah sehingga kita urus, akomodasi juga berubah. Cuma karena dalam satu minggu ada dua laga di Jogja jadi untuk menghemat kita jadi ga akan balik," katanya.

Di Yogyakarta sendiri, Persib harus berbagi dengan tujuh tim lain yang ber home base di Yogyakarta. Ketujuh tim itu adalah PSM Makassar, Persija Jakarta, Barito Putera, PSS Sleman, Borneo FC, Bali United, dan Persiraja Banda Aceh.

Hal ini bisa menjadi masalah baru karena lapangan latihan harus berbagi dengan tim lainnya. Namun pihak manajemen Persib akan berusaha untuk bisa menyediakan fasilitas yang dibutuhkan tim.

"Ya kami harus usahakan. Paling tidak tim kami akan mencari tempat latihan dimana.

Kami tentu berbuat baik untuk tim persib. Mudah-mudahan diberi hasil yang terbaik selama dua laga away," ucapnya.

Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved