Kecelakaan Lalu Lintas

Keluarga Pengemis Ditabrak Mobil yang Disopiri Perempuan Muda, Seorang Tewas,Penabrak Tak Punya SIM 

Pengemudi mobil berikut kendaraannya yang mengalami kerusakan di bagian depan, langsung diamankan ke Mapolresta.

Editor: Machmud Mubarok
(tribunjabar/firman suryaman)
Jasad korban Dede Esti (39) diangkut ke Kamar Mayat RSU dr Soekardjo, Kota Tasikmalaya, untuk dipulasara, Jumat (25/9) petang. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Suryaman

TRIBUNCIREBON.COM, TASIKMALAYA - Tiga perempuan diduga keluarga pengemis yang tengah duduk di tepi Jalan Terusa Situ Gede, Kota Tasikmalaya, diseruduk sebuah mobil, Jumat (25/9) siang.

Akibat peristiwa itu, seorang perempuan bernama Dede Esti (39) tewas di tempat. Sedang dua lagi, Mumun (50) dan Resti (24) mengalami luka parah. Ketiganya segera dilarikan ke RSU dr Soekardjo.

Kanit Laka Satlantas Polresta Tasikmalaya, Ipda Zezen Zaenal M, mengungkapkan, kecelakaan itu terjadi setelah sebuah mobil KIA New Rio warna putih D 1807 BM tiba-tiba oleng ke kiri dan menabrak tiga perempuan tersebut.

Mobil KIA yang dikemudikan seorang perempuan muda, WL (29), warga Jalan Riung Asih, itu datang dari arah Jalan Balong Kanyun (Jalan Letkol Jaelani) lalu belok kiri masuk Jalan Terusan Situ Gede.

"Beberapa puluh meter berjalan, entah kenapa mobil oleng ke kiri dan langsung menabrak ketiga perempuan tersebut. Mobil baru berhenti setelah menabrak pohon," kata Zezen.

Pengemudi mobil berikut kendaraannya yang mengalami kerusakan di bagian depan, langsung diamankan ke Mapolresta.

Sementara suami korban meninggal, Ujang Iwan (45), sudah ada di RSU. "Saya diberi tahu warga bahwa istri, kakak dan anak perempuan saya tertabrak mobil. Ternyata istri saya sudah tiada. Lukanya parah di kepala," ujarnya bernada sendu.

Ujang bersama keluarganya tinghal di Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya. Sedangkan Dede, istrinya, berasal dari Jalan Padasuka, Kota Tasikmalaya.

Ini Daerah Yang Terdampak Gempa Magnitudo 9.1 dan Potensi Tsunami 20 Meter di Jawa Barat

Tsunami 20 Meter Ancam Selatan Jawa Barat, Ridwan Kamil Minta Warga Terapkan Budaya Tangguh Bencana

Haji Nanan Rukmana Meninggal Dunia karena Covid-19, Sempat Dirawat di RSPAD Gatot Soebroto

Pegang HP

Penabrak tiga perempuan pengemis satu keluarga di Jalan Terusan Situ Gede, Kota Tasikmalaya, Jumat (25/9) siang, tidak sedang konsentrasi menyetir karena sedang pegang HP.

Hal itu dikemukakan WL (29), perempuan muda, warga Jalan Riung Asih, pengemudi mobil yang menabrak ketiga korban, saat menjalani pemeriksaan di Mapolresta.

"Konsentrasinya tidak pada mengemudikan kendaraan, tapi ke HP karena katanya mau nge-WA," kata Kanit Laka Satlantas Polresta Tasikmalaya, Ipda Zezen Zaenal M, Sabtu (26/9).

Saat mau nge-WA malah HP jatuh. Kemudian, kata Zezen, WL berupaya mengambil HP. Saat itulah mobil oleng ke kiri dan menabrak tiga perempuan pengemis yang tengah duduk di tepi jalan.

Mobil KIA New Rio bernopol D 1807 BM warna putih yang dikemudikan WL baru berhenti setelah menabrak pohon hingga bemper mobil copot.

Akibat peristiwa itu, Dede Esti (39) tewas di tempat. Sedang dua lagi, Resti (24) dan Mumun (50) menderita luka berat dan ringan. Keduanya dirawat di RSU dr Soekardjo, Kota Tasikmalaya.

"Diketahui ternyata WL juga tidak memiliki SIM. Kini ia masih menjalani pemeriksaan," kata Zezen.

Kasatlantas, AKP Bayu Tri Nugraha, mengatakan, peristiwa tersebut bisa menjadi pelajaran berharga bagi warga. Musibah ternyata begitu dekat jika mengemudi tidak konsentrasi.

"Yang duduk-duduk di tepi jalan juga berisiko menjadi korban kecelakaan. Buktinya ketiga perempuan pengemis itu jadi korban. Kalau mereka tak ada, mobil paling hanya menabrak pohon," kata Bayu. (firman suryaman)

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved