Breaking News:

Bupati Kuningan Minta KBM di Ponpes Husnul Khotimah Dihentikan, Pengurus: Gak Mungkin Dipulangkan

Dengan mulai mengisolasi para santri yang diketahui terpapar Covid-19 di tempat isolasi yang baik dan sesuai standar penanganan

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Machmud Mubarok

Kronologis Terpaparnya 46 Santri

Sebanyak 46 santri Pondok Pesantren Husnul Khotimah yang terpapar Covid-19, kontan membuat lembaga pesantren melakukan evakuaasi dan langkah strategis dalam penanganan terhadap santri teronfirmasi positif tersebut.

Demikian hal itu dikatakan Ketua Yayasan Husnul Khotimah, KH Mu’tamad LC dalam keterangan pers yang dikeluarkan Lembaga Pondok Pesantren Husnul Khotimah Kuningan, Jum’at (25/9/2020).

Menurutnya, pihak Pontren kini sedang melakukan upaya penanganan yang terbaik untuk para warga pesantren agar kembali sehat.

"Langkah-langkah yang kami lakukan itu mendisiplinkan protokol kesehatan 3 M (Mencuci tangan, Memakai masker dan Menjaga jarak)," ungkapnya KH Mu'tamad.

Tindakan lain yang dilakukan, kata dia, upaya untuk memisahkan santri yang terindikasi gejala Covid-19 pun dilakukan melalui karantina dan dengan menambahkan menu makanan/suplemen untuk meningkatkan imunitas pada santri.

"Kami juga melakukan komunikasi dengan pemerintah daerah dan tim satgas covid Kabupaten untuk penanganan Covid-19 di Pondok Pesantren Husnul Khotimah," katanya.

Tidak hanya itu, kata dia, muncul klaster ini langsung memberitahukan kepada para orangtua santri agar tetap tenang dan memperbanyak doa.

“Karena saat ini pihak pesantren sedang melakukan penanganan yang terbaik dalam pencegahan wabah Covid-19 tersebut,” ujarnya.

 Ponpes Husnul Khotimah Kuningan Ditutup dan Lakukan Karantina Lokal Setelah Jadi Klaster Baru

 Soal Klaster Ponpes Khusnul Hotimah, Ketua DPRD Kuningan: Harus Segera Tracing & Memutus Mata Rantai

Sejak penerimaan kedatangan santri baru, imbuh dia, lembaga Pontren Husnul Khotimah hingga saat ini, selalu mengedepankan persyaratan protokol kesehatan berkaitan dengan penanganan pandemi. 

"Seperti pada saat kedatangan santri gelombang ke-1 (tanggal 1-2 Agustus 2020) kami mensyaratkan Rapid Test. Hasilnya dari 702 santri yang datang, 700 santri non-reaktif dan 2 santri reaktif,santri tersebut dipulangkan dan dilakukan tes SWAB di rumah masing-masing," ujarnya.

Kemudian, lembaga ponntren pun melakukan tes swab kepada 150 orang pegawai dan hasilnya semua negatif.

Halaman
123
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved