Breaking News:

Virus Corona Kuningan

Abaikan Permintaan Bupati Kuningan, Muspika Pancalang Tingkatkan Kewaspadaan Penyebaran Virus Corona

Disebutkan, kebijakan pemerintah daerah Kuningan melalui Peraturan Bupati sudah sangat jelas.

husnulkhotimah.sch.id
Ponpes Husnul Khotimah di Jalaksana Kuningan. 
Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai
TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN – Pihak Ponpes Husnul Khotimah keukeuh alias tidak mengindahkan kehendak Bupati Kuningan, yang minta santri Husnul Khotimah yang sehat agar dipulangkan.
“Untuk soal itu dikembalikan kepada pengasuh ponpes dan kami makin meningkatkan patroli tentang pencegahan dn penyebaran covid-19 di daerah,” ungkap Camat Pancalang, Deni Komara kepada media melalui pesawat teleponnya, Jum’at (25/9/2020).
Disebutkan, kebijakan pemerintah daerah Kuningan melalui Peraturan Bupati sudah sangat jelas.
“Saat turun Perbup, kami langsung sosialisasikan kepada lapisan masyarakat. Kemudian kejelasannya pun mengatakan bahwa segala kegiatan itu mendapat tanggungjawab penyelenggara, dan kami pun tetap lakukan pengawasan,” ungkapnya.
Mantan Kabid Destinasi Wisata ini mengatakan, langkah pasti dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 selalu menjadi prioritas pemerintah.
“Terutama dalam memberikan edukasi dan sosialisasi kepada warga, untuk taat aturan pemerintah. Seperti gaya hidup sehat, gunakan masker dan tidak melakukan kegiatan yang tidak penting yang menggunakan banyak orang,” ungkapnya.
Video Pemakaman PDP Viral
Selain itu Camat Pacalang juga mengomentari beredarnya video pemakaman warga sesuai dengan protokol kesehatan yang viral di media sosial.
Video berdurasi 15 detik itu viral di jejaring sosial warga kuningan, Rabu (15/04/2020).
Data terhimpun menyebutkan, viralnya video singkat itu menunjuk berada di wilayah Kecamatan Pancalang. "Iya kang, ini video dari Group Whatsapps alumni sekolah saya," ujar Jajang saat memberikan keterang kepada wartawan melalui sambungan selulernya.
Dia menceritakan, prosesi pemakaman tadi memang tidak banyak warga yang ikut dalam acara tadi.
"Iya betul, ada warga kami yang meninggal," ujarnya Camat Pancalang ini.
Deni mengatakan, prosesi pemakaman berdasarkan laporan itu mengikuti saran protokol kesehatan, karena yang berdangkutan merupakan PDP.
"Dalam prosesi tadi, standar protokol Covid-19, tentu di lakukan," ungkapnya.
Ditanya soal data lengkap korban PDP tadi, Deni menuturkan, PDP meninggal itu memang memiliki riwayat penyakit beragam.
Seperti paru basah, kencing manis, batuk dan ada kolesterol juga. 
Mengenai jejak rekam almarhum sewaktu hidup, kata Deni, pihaknya tak tahu persis dengan aktivitas kesehariannya.
"Namun sebelum masuk rumah sakit, almarhum telah menemui warga yang mengaku saudaranya dari Bogor," ungkapnya.
Di samping itu, almarhum pernah mengeluh dengan sakit yang dideritanya.
"Sehingga dalam hasil tes rapid, PDP memang terpapar dengan hasil positif," ujarnya.
Hasil positif dari pada rapid, kata dia, tentu merupakan bagian tim medis yang idealnya memberikan komentarnya.
"Karena hasil swab dari pada PDP itu belum keluar," ujarnya.
Kronologi beberapa hari sebelumnya, PDP ini tidak melakukan banyak aktivitas seusai melakukan kunjungan ke luar kota.
Kemudian tak lama berikutnya, kata Deni, sekira hari Sabtu (11/04/2020) bahwa PDP pertama masuk dan mengikuti masa perawatan medis.
"Saat itu dirawat di RSIA Linggajati (Rumah Sakit Bandorasa, red)," ungkapnya.
Seperti pada umumnya, PDP mendapat pasokan perawatan medis dan sempat di lakukan cek kesehatan secara rinci.
"Setelah itu juga sempat dirujuk ke Rumah Sakit Bandung (RSHS)," ungkapnya.
Penulis: Ahmad Ripai
Editor: Mumu Mujahidin
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved