Breaking News:

Pilkada Indramayu 2020

Jelang Masa Kampanye, KPU Indramayu Minta Seluruh Paslon Serahkan Daftar Akun Medsos

Ketua KPU Kabupaten Indramayu, Ahmad Toni Fatoni mengatakan, akun yang boleh digunakan pun terbatas, hanya sebanyak 20 akun saja.

Tribuncirebon.com/Handhika Rahman
Ketua KPU Kabupaten Indramayu, Ahmad Toni Fatoni, Jumat (19/6/2020). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Menjelang tahapan kampanye, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Indramayu meminta kepada seluruh Pasangan Calon (Paslon) segera menyerahkan daftar akun media sosial yang akan digunakan untuk sosialisasi.

Batas penyerahan akun media sosial itu paling lambat sudah harus diterima KPU pada 26 September 2020 atau saat masa kampanye dimulai.

Ketua KPU Kabupaten Indramayu, Ahmad Toni Fatoni mengatakan, akun yang boleh digunakan pun terbatas, hanya sebanyak 20 akun saja.

"Media sosial Paslon itu akunnya harus terdaftar di kita, itu maksimal hanya 20 akun per Paslon," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Kamis (24/9/2020).

Ahmad Toni Fatoni menjelaskan, 20 akun tersebut merupakan akun resmi yang digunakan para Paslon, meliputi berbagai platfrom media sosial.

Seluruh akun itu juga akan diawasi oleh Bawaslu Kabupaten Indramayu guna meminimalisir pelanggaran.

Dalam pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 di tengah pandemi ini, KPU lebih menekankan agar para Paslon melakukan sosialisasi secara online atau daring.

Imbauan tersebut sesuai dengan arahan Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Indramayu agar tidak terjadinya cluster penyebaran virus corona baru akibat diselenggarakannya Pilkada Serentak.

Letkol Untung Tokoh Kunci di Balik Peristiwa G30S PKI, Anak Buah Soeharto, Dieksekusi di Cimahi

Lowongan Kerja di PT Mayora Group untuk Lulusan SMA/SMK, Penempatan di Cianjur, Ini Persyaratannya

Juru Bicara GTPP Covid-19 Kabupaten Indramayu, Deden Bonni Koswara mengatakan, seluruh peserta maupun penyelenggara wajib menerapkan protokol kesehatan.

Khususnya pada saat kampanye atau masa sosialisasi, ia meminta agar semua pelaksanaan dilakukan di ruang terbuka dan tidak dihadiri banyak orang.

Sebagai gantinya, mereka bisa lebih masif lagi dalam melakukan sosialisasi secara online atau daring.

"Untuk Pilkada kami menyarankan ke depan jangan sampai terjadi cluster baru dengan banyaknya kerumunan," ujar dia.

Penulis: Handhika Rahman
Editor: Mumu Mujahidin
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved