Breaking News:

Suherli Hanya Bisa Mengelus Dada, Bangunan Baru Miliknya Dihantam Banjir Bandang, Rata dengan Tanah

Suherli (55) warga Kampung Cibuntu, Desa Pesawahan, Kecamtan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, terpaksa h

Editor: Fauzie Pradita Abbas
tribunjabar/fauzi noviandi
Suherli Mengelus Dada, Bangunan Baru Miliknya Dihantam Banjir Bandang, Kini Rata dengan Tanah 

Laporan Kontributor Kota Sukabumi Fauzi Noviandi

TRIBUNCIREBON.COM, SUKABUMI - Suherli (55) warga Kampung Cibuntu, Desa Pesawahan, Kecamtan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, terpaksa harus mengelus dada.

Ini setelah bangunan seluas 16 X 11 meter yang baru dibangun selama dua minggu olehnya itu rata dengan tanah seusai diterjang banjir bandang.

Setelah selesai dibangun, Suherli pun mengontrakannya ke seorang pengusaha pengrajin roti yang sebelumnya juga menyewa tempat miliknya.

Namun setelah diisi dan mulai memproduksi roti sekitar selama satu minggu, kini bangunan yang dijadikan temapat produksi roti itu sudah rata dengan tanah usai diterjang banjir bandang yang terjadi Senin, (21/9/2020).

 Pilkada Kabupaten Tasikmalaya 2020 Diikuti 4 Pasangan, SK Penetapan Diserahkan Door to Door

"Bencana banjir bandang tersebut memang sudah sangat tidak diduga-duga, karena sebelumnya hujan memang bisa saja," katanya pada Tribunjabar.id di kediamannya, Rabu, (23/9/2020),

Bangunan yang selesai dibangun dua minggu lalu tersebut lanjut dia, dikontrakan ke pengusaha pabrik roti, karena tempatnya  lebih luas dan terdapat terdapat beberapa kamar.

Suherli mengisahkan, ada sebanyak 26 karyawan yang dibekerja sebagai pembuat roti pabrik tersebut. Dari 26 karyawan itu dibagi menjadi dua shif. Ketika peristiwa banjir bandang terdapat empat orang yang berada didalam bangunan.

"Saat kejadian terdapat empat orang didalam banguanan itu, satu orang berhasil menyelamatkan diri, sedangkan tiga orang lainya terbawa hanyut oleh derasnya air banjir bandang," ucapnya.

 Disebut Suka Pamer Harta, Ini Pembelaan Momo Mantan Vokalis Geisha yang Nikah dengan Orang Tajir

Ketika banjir bandang menerjang sejumlah rumah, saat itu Suherli tengah berada diswah miliknya untuk memperbaiki saluran air. Beruntung sebelum banjir yang membawa material pepohonan itu semakin deras dirinya langsung menyalamatkan diri.

"Ketika kejadian saya tengah berada ditengah disawah, dan tiba-tiba air sudah mulai meluap, saat itu banguan pabrik roti belum rubuh, baru terendam sebagian, namun selang beberapa detik saya lari ke arah yang lebih aman, banguan tersebut mulai tersapu dengan air bah," katanya.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved