Breaking News:

Dua Klaster Baru di Kuningan

Kasus Covid-19 Melonjak, TGTPP Kuningan Mutlak Tutup Lokasi Wisata Hingga Waktu Tak Ditentukan

Akibat indisipliner dan ketidakjujuran warga, terutama saat dilayani tim medis di tiap daerah dan rumah sakit

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Machmud Mubarok
TribunCirebon.com/Eki Yulianto
Ilustrasi - Spanduk penutupan objek wisata Paralayang Gunung Panten di portal masuk. 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Hasil kesepakatan kerja Tim Gugus Tugas Percepatan Penangan Covid-19 Kuningan mutlak menyatakan bahwa lokasi wisata hendak di tutup hingga batas waktu tak ditentukan.

Demikian hal itu dikatakan Sekretaris Pemda Kuningan H Dian Rahmat Yanuar saat dihubungi tadi, Rabu (23/9/2020).

Sikap tegas pemerintah dalam pemberlakuan sejumlah peraturan, seperti pendirian ulang cek poin dan sejumlah pembatasan jam aktivitas sosial serta tempat wisata.

"Merupakan imbas dari PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) di Jakarta," ujarnya.

Ini terbukti dengan kasus muncul di tiap daerah, seperti warga melakukan hajatan dan banyak meninggal warga Kuningan di luar daerah, tapi dikebumikan di TPU kampung halaman. 

Tidak hanya itu, kata Dian, sejumlah faktor juga meningkatkan jumlah warga terkonfirmasi positif Covid19.

"Akibat indisipliner dan ketidakjujuran warga, terutama saat dilayani tim medis di tiap daerah dan rumah sakit," katanya.

Klaster pun, kata Dian, sempat muncul di lingkungan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) sehingga kontan lingkungan lembaga medis pemerintah melakukan dekontaminasi.

"Untuk itu, kasus Covid19 di daerah bukan lagi menjadi tanggungjawab sepenuhnya pemerintah," ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved