Breaking News:

PSBB Total, Warga Jakarta Tak Dilarang Berwisata di Wilayah Jabar, Penyebaran Virus Akan Tetap Ada

Setiap kawasan wisata dan akomodasinya, diwajibkan menerapkan berbagai protokol kesehatan COVID-19, mulai penegakan penggunaan masker

Antara Foto/Arif Firmansyah
Antrean panjang kendaraan memadati keluar pintu tol Gadog, Ciawi menuju jalur Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (16/6). Polres Bogor mencatat jumlah kendaraan yang masuk ke jalur wisata Puncak sebanyak 33.754 mobil pribadi yang ingin memanfaatkan libur hari raya Idulfitri 1439 H sehingga diberlakukan sistem satu arah untuk mengurangi kepadatan di kawasan tersebut. (ANTARA FOTO/Arif Firmansyah 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNCIREBN.COM, BANDUNG - Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, Dedi Taufik, mengatakan masyarakat DKI Jakarta tetap diperbolehkan berwisata di Jawa Barat.

Dedi mengatakan setelah pemberlakuan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), tidak ada pembatasan khusus transportasi walaupun angka kasus COVID-19 di DKI Jakarta masih tinggi.

Pencegahan penyebaran virus di tempat wisata, kata Dedi, lebih ditekankan pada penerapan protokol kesehatan di tempat wisata dan akomodasi pendukungnya.

Semua pihak memastikan setiap kawasan wisata sudah memiliki gugus tugas penanganan COVID-19 guna meminimalisasi penyebaran virus.

Setiap kawasan wisata dan akomodasinya, diwajibkan menerapkan berbagai protokol kesehatan COVID-19, mulai penegakan penggunaan masker, pengecekan suhu, penjagaan jarak dan alur perjalanan, hingga menyediakan lebih banyak tempat mencuci tangan.

"Kita harus waspada, terutama epicentrum kan di DKI Jakarta dan perlu antisipiasi di Jabar, khususnya terkait dengan ada kujungan wisata ke Jabar. Ini harus kita antisipasi juga terkait dengan beberapa hal tadi. Pak Gubernur Jabar sendiri kan ada imbauan untuk tidak berpiknin dulu dalam situasi ini dalam 14 hari ke depan, sambil kita juga menyiapkan pranata di Jabar, termasuk destinasi wisata," katanya melalui ponsel, Kamis (17/9).

Dedi tak menampik bahwa upaya untuk membatasi warga DKI Jakarta datang ke Jabar sangat sulit dilakukan. Sebab, sejauh ini mayoritas wisatawan lokal di Jabar berasal dari provinsi tersebut dan bahkan kawasan Bodebek sendiri.

Di kawasan Puncak Bogor-Cianjur misalnya, hampir 70 persen wisatawan berasal dari Jakarta dan sekitarnya. Juga wisatawan yang datang ke Pangandaran, lebih banyak yang berasal dari Jakarta dibandingkan dari Jawa Barat sendiri.

Dedi mengatakan selama ini dinas pariwisata di setiap kabupaten dan kota sudah berupaya semaksimal mungkin dalam penerapan protokol kesehatan COVID-19. Pemprov Jabar pun sudah menekankan agar jangan sampai ada klaster baru penyebaran virus di kawasan wisata.

Halaman
12
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved