Breaking News:

Penganiaya Imam Masjid di Sumsel Tak Alami Gangguan Jiwa, Korban Meninggal Setelah 3 Hari Dirawat

Kapolres Ogan Komering Ilir AKBP Alamsyah Pelupessy mengatakan bahwa pelaku berinisial M dalam kondisi sadar saat menganiaya imam masjid

Istimewa
Ilustrasi 

TRIBUNCIREBON.COM - Kapolres Ogan Komering Ilir AKBP Alamsyah Pelupessy mengatakan bahwa pelaku berinisial M dalam kondisi sadar saat menganiaya imam masjid, Muhammad Arief.

//

Menurut Alamsyah, M juga tidak mengalami gangguan jiwa.

"Pelaku ini benar dalam kondisi yang sehat, tidak ada gangguan jiwa ataupun sakit jiwa," kata Alamsyah saat dikonfirmasi, Senin (14/9/2020)

Alamsyah mengatakan, pelaku bahkan sempat mengikuti shalat magrib bersama korban.

Bertambah Lagi Gejala Covid-19, Happy Hypoxia Disebut Gejala Berat yang Bahaya, Ini Penjelasannya

Secara tiba-tiba, M melukai korban yang sedang memimpin ibadah shalat di Masjid Nurul Iman di Kelurahan Tanjung Rancing, Kecamatan Kota Kayuagung, Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan.

"Pelaku dalam keadaan sadar dan tidak dalam pengaruh minuman keras saat melakukan penganiayaan tersebut," kata Alamsyah.

Seperti diberitakan sebelumnya, pada Jumat lalu, seorang imam masjid menjadi korban penganiayaan dengan menggunakan senjata tajam.

INI 11 Bacaan Sholawat Nabi Muhammad SAW, Lengkap Dengan Keutamaan Luar Biasa Sholawat

Kepada polisi, pelaku M mengaku tersinggung oleh korban saat diminta menyerahkan kunci kotak amal ke bendahara masjid.

Korban mengalami luka akibat senjata tajam di punggung dan wajah, sehingga harus dilarikan ke rumah sakit di Palembang. Namun, setelah dirawat selama tiga hari, korban akhirnya meninggal dunia.

Halaman
1234
Editor: Mutiara Suci Erlanti
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved