Breaking News:

Virus Corona Mewabah

Kasus Covid-19 Menggila, IDI Jabar Terbitkan Imbauan Bagi Para Dokter, 40 Dokter di Jabar Terpapar

IDI Jabar memberikan surat imbauan bagi para dokter di tengah meningkatnya kasus virus corona.

Editor: Fauzie Pradita Abbas
Istimewa
Gambar mikroskop elektron transmisi menunjukkan virus corona SARS-CoV-2, juga dikenal sebagai 2019-nCoV, virus coronavirus yang menyebabkan COVID-19 

Ketua IDI Wilayah Jawa Barat, Eka Mulyana, mengatakan akan senantiasa berupaya untuk mendukung teman sejawat anggota IDI untuk dapat menjaga keamanan dan keselamatan bersama dalam melakukan tugas profesinya.

"Intinya, latar belakang kami membuat surat edaran itu khusus untuk anggota-anggota kami, dokter-dokter di kota dan kabupaten di Jabar. Latar belakangnya adalah betul seperti yang tadi disampaikan, kemudian dari berita yang ada, beberapa waktu terakhir ini ternyata angka kejadian Covid-19 ini, baik yang terkonfirmasi positif maupun yang meninggal ternyata masih bertambah terus," kata Eka melalui ponsel, Selasa (15/9/2020).

Peningkatan kasus ini, katanya, bukan hanya di Jabar, tapi terjadi di provinsi lainnya di Indonesia.

Atas dasar itulah, katanya, pihaknya perlu mengingatkan kembali untuk lebih ekstra waspada kepada para dokter yang setiap hari berhadapan langsung dengan pasien.

"Ini kenapa harus kita antisipasi, karena occupancy rate atau kebutuhan ketersediaan tempat tidur ini bertambah terus, sedangkan tempat tidur jumlahnya tetap. Jumlah dokter tetap, tapi jumlah pasien bertambah. Terbayang, kan, itu yang akan terjadi seperti itu," katanya.

Hal-hal yang seperti inilah, katanya, yang bukan tidak mungkin akan menambah risiko penularan yang membuat kasusnya bertambah banyak juga.

Eka mengatakan masalah pandemi ini adalah multifaktoral, dari hulu sampai hilir.

"Di hulunya, di tengah masyarakat, ternyata bertambah terus. Kenapa bertambah terus, nah itu, kan, jadi tanda tanya kita bersama. Kenapa, karena salah satunya ternyata disiplin protokol kesehatan masih terus harus ditingkatkan, baik efektivitas, pengawasan, dan pelaksanaan," katanya.

Menurut Eka, hal ini pun harus melibatkan semua pihak, bukan hanya satgas dan dokter, tapi tingkat bawah sampai atas masyarakat, termasuk di tingkat RT, RW, desa, tokoh masyarakat dan agama, harus berperan semua dalam mengatasi Covid-19.

"Karena masih banyak yang abai seperti kondisi normal, tanpa masker, itu kelihatan seperti biasa padahal ini sedang pandemi. Penularan Covid-19 kan tidak kelihatan, banyak yang kelihatan seperti orang sehat. Tapi kenyataannya kasusnya bertambah. Bahkan tenaga medis yang kena bertambah," katanya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved