Breaking News:

Kapal Cina yang Ngeyel Dipaksa Minggat dari Natuna, Bakamla Sempat Bersitegang dengan Coast Guard

Perlu waktu dua hari untuk mengusir kapal coast guard Cina yang ngeyel masuk perairan Natuna.

Dok. TNI AL
ILUSTRASI: KRI Tjiptadi-381 yang sedang melakukan patroli di utara perairan Natuna, Kepulauan Riau ditabrak 2 kapal pengawas perikanan Vietnam KN 264 dan KN 231 secara sengaja saat sedang membawa Kapal Ikan Asing (KIA) Vietnam BD 979 yang tertangkap melakukan pencurian ikan di perairan Indonesia di Natuna, Sabtu (27/4/2019). 

TRIBUNCIREBON.COM - Setelah dua hari, Badan Keamanan Laut (Bakamla) Republik Indonesia berhasil mengusir kapal coast guard Cina yang ngeyel dari wilayah Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia, di Laut Natuna Utara, Kepulauan Riau, Senin (14/9/2020) siang.

Kapal coast guard Cina sudah terdeteksi ada di Natuna sejak hari Sabtu (12/9/2020).

Sejak saat itu KN Pulau Nipah 321 yang sedang patroli di Natuna terus mengawasi gerak-gerik kapal bernomor lambung 5204 tersebut.

Sebelumnya kapal coast guard Cina terdeteksi oleh radar dan automatic identification system (AIS) kapal milik Bakamla, KN Pulau Nipah 321, sekitar pukul 10.00 WIB, Sabtu (12/9/2020).

Saat itu, KN Pulau Nipah tengah menggelar Operasi Cegah Tangkal Tahun 2020 di wilayah Zona Maritim Barat.

Personel KN Pulau Nipah kemudian membangun komunikasi dengan personel coast guard Cina melalui radio VHF chanel 16.

Komunikasi dilakukan sebagai upaya persuasif mengusir kapal tersebut dari Laut Natuna Utara.

Namun, personel coast guard Cina justru mengklaim sedang berpatroli di area nine dash line wilayah teritorial Cina.

Padahal, berdasarkan UNCLOS 1982 tidak diakui keberadaan nine dash line yang diklaim berada di ZEE Indonesia.

Upaya berikutnya pun dilakukan Bakamla melalui koordinasi dengan berbagai lintas sektor.

Halaman
1234
Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved