Breaking News:

Virus Corona Kuningan

Bupati Kuningan Khawatir Terjadi Peningkatan Penyebaran Covid-19, dari Zona Kuning ke Zona Orange

Agus mengaku khawatiran adanya peningkatan level zona penyebaran Covid-19 di Kabupaten Kuningan dari zona kuning ke zona orange.

pixabay
Ilustrasi virus Covid-19. Banyak yang belum tahu, penularan covid-19 lebih sering terjadi di rumah. 
Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai
TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN – Jumlah kasus terkonfrmasi positif Covid-19 di Kabupaten Kuningan setiap harinya mengalami peningkatan.
“Hari ini peningkatan kasus positif sebanyak tiga orang. Total kasus positif terkonfirmasi adalah sebanyak 174, dengan rincian 122 kasus sembuh, 6 kasus meninggal dan 46 kasus masih karantina,” ungkap Juru Bicara Tim Crisis Centre Covid -19 Kuningan Agus Mauludin, Senin (14/9/2020). 
Agus mengaku khawatiran adanya peningkatan level zona penyebaran Covid-19 di Kabupaten Kuningan dari zona kuning ke zona orange.
“Pemerintah Kabupaten Kuningan terus berupaya menyadarkan masyarakat agar patuh pada protokol kesehatan dan pola hidup bersih sehat,” katanya.
Sementera itu, Bupati Kuningan H Acep Purnama, selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kuningan mengatakan saat ini Kuningan masih berada di zona kuning penyebaran Covid-19. 
“Namun, bilamana ada peningkatan level zona tersebut menjadi orange, bahkan merah, pihaknya mengaku tidak menutup kemungkinan akan diterapkan kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) seperti yang pernah dilakukan beberapa bulan lalu di Kuningan,” katanya.
Mengenai Surat Edaran bernomor 443.1/2389/Hukum tentang Peningkatan Kewaspadaan terhadap Penularan Covid-19,  kata Acep, ini didasarkan pada semakin meningkatnya kasus positif Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di Kabupaten Kuningan serta risiko yang mungkin timbul sebagai akibat dilaksanakannya berbagai aktivitas masyarakat.
"Dimohon kepada para camat untuk melakukan pencegahan dan pengendalian penyebaran Covid-19 dengan memperhatikan level kewaspadaan Kecamatan masing-masing,” ujarnya.
Adapun langkah-langkah yang perlu diambil di tiap kecamatan adalah memaksimalkan upaya-upaya peningkatan disiplin dalam penerapan protokol kesehatan di masyarakat.
"Camat juga diminta tetap menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM),” katanya.
Tindakan ini berdasarkan Peraturan Bupati Kuningan Nomor 37 Tahun 2020 tentang Pedoman Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Mikro dalam Penanggulangan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di Kabupaten Kuningan.
“Selain itu, pengawasan terhadap kerumunan massa/komunitas di fasilitas publik harus dilakukan. Camat juga diharuskan meningkatkan sosialisasi dan publikasi tentang protokol kesehatan dan perilaku hidup sehat kepada masyarakat,” katanya.
Dalam penegakkan sanksi terhadap pelanggar protokol kesehatan sebagaimana diatur dalam Peraturan Bupati Kuningan Nomor 63 Tahun 2020.
“Tentang Pengenaan Sanksi Administratif Terhadap Pelanggaran Tertib Kesehatan dalam Pelaksanaan Adaptasi Kebiasaan Baru dalam Penanggulangan Coronavirus Disease 2019," katanya.
Acep menambahkan, menganai pengaturan jam operasional kegiatan publik dan peningkatan koordinasi dan kerjasama dengan pihak Kepolisian dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang berlokasi di Wilayah Kabupaten Kuningan. (*)
Penulis: Ahmad Ripai
Editor: Mumu Mujahidin
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved