Breaking News:

Warga Jatinunggal Kuningan Berkerumun Lakukan Ritual Tutulak, Tradisi Untuk Tolak Bencana

Ratusan warga Dusun Jatinunggal, Desa Karangtawang, Kecamatan Kuningan melakukan ritual Tutulak di sepanjang jalan

Kontributor Tribuncirebon.com/Ahmad Ripai
Warga Jatinunggal Kuningan Lakukan Ritual Tutulak di Sepanjang Jalan 
Laporan Kontrbutor Kuningan,Ahmad Ripai
TRIBUNCIREBON.COM,KUNINGAN – Ratusan warga Dusun Jatinunggal, Desa Karangtawang, Kecamatan Kuningan melakukan ritual Tutulak di sepanjang jalan desa setempat.
//
“Pelaksanaan kegiatan ini merupakan tradisi karuhun sebagai pencegahan terhadap bala (bencana),” ungkap Kepala Dusun Jatinunggal, Suaharto saat ditemui di acara tadi, Jum’at (11/9/2020).
Termati dilokasi, warga kampung terlihat khusyu saat melakukan ritual Tutulak.
Tak sedikit orang yang melantunkan bacaan dalam kitan suci sebagai pemanjatan do’a.
“Do’a yang dipanjatkan, berharap terhindar dari bencana seperti saat sekarang di masa pandemi Covid-19,” katanya.
Masih di tempat sama, lantunan sholawat pun tidak lepas dari kegiatan sosial masyarakat setempat.
“Iya, solawatan dan pembacaan do’a semua untuk keselamatan dunia akhirat,” katanya. 
Dalam tradisi turun temurun seperti saat ini dilakukan sekaligus sebagai ungkapan syukur warga setempat.
Hal itu menyusul dengan beragam jenis makanan yang dihidangkan dalam kegiatan tadi.
“Untuk makanan, sudah jadi ketentuan dalam melaksanakan kegiatan seperti ini. Kami menyakini makan tersaji dan saat melangsungkan pemanjatan do’a, ini memiliki keberkahan saat kita makan dan insya Allah sehat,” katanya.
Jenis makanan sebagai pelengkap dalam acara tadi, seperti bubur hanjeli, bubur komplang.
“Ya semua hidangan aneka makanan disini, semua makanan olahan warga,” katanya. 
Masih di tempat sama, Anggota DPRD Kuningan, Sri Laelasari dalam kehadirannya mengatakan, kegiatan seperti ini tentu harus menjadi perhatian semua.
“Sebab ini merupakan tradisi umat beragama saat melakukan ibadah secara vertical dan horizontal. Ya vertikalnya, pribadi yang ikut acara disini dengan sang Khalik dan horizontalnya, mereka satu sama terjalin silturahmi,” ungkapnya.
Sri menganggap ini merupakan adat warga dalam persembahan terhadap sang khalik dengan berharap kesehatan dan keselamatan sekarang dan di kemudian waktu.
“Perlakuan seperti ini diyakini sebagai bekal di kemudian waktu yang semua orang akan mengalaminya,” katanya. (*)
Penulis: Ahmad Ripai
Editor: Mutiara Suci Erlanti
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved