Breaking News:

Pelaksanaan New Normal

Wali Kota Cirebon Blak-blakan Pilih Ketatkan Protokol Kesehatan, Ogah Terapkan PSBB, Punya Alasan

Ia menilai pemberlakuan PSBB lebih banyak dampaknya, khususnya di sektor ekonomi.

Tribuncirebon.com/Ahmad Imam Baehaqi
Wali Kota Cirebon, Nasrudin Azis 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Wali Kota Cirebon, Nasrudin Azis, mengaku lebih memilih mengetatkan protokol kesehatan dibanding menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk menekan penyebaran Covid-19.

//

Ia menilai pemberlakuan PSBB lebih banyak dampaknya, khususnya di sektor ekonomi.

Selain itu, menurut dia, tidak ada jaminan penerapan PSBB bisa menurunkan penyebaran virus corona di Kota Cirebon.

"Saya khawatir sektor ekonomi akan melorot saat PSBB diberlakukan," ujar Nasrudin Azis saat ditemui di Balai Kota Cirebon, Jalan Siliwangi, Kota Cirebon, Jumat (11/9/2020).

Karenanya, pihaknya justru khawatir masyarakat tidak tahan sehingga tetap keluar rumah untuk mencari nafkah.

Ia mengatakan, penanganan Covid-19 juga berbeda-beda di setiap daerahnya karena didasari kebutuhan dan situasinya masing-masing.

Lahan Permakaman Khusus Jenazah Pasien Covid-19 di Kuningan Ternyata Masih Kosong

Azis menyampaikan, diberlakukannya kembali PSBB di DKI Jakarta tidak serta merta harus diikuti daerah lainnya termasuk Kota Cirebon.

"Kami juga akan menggelar rapat bersama Forkompimda untuk membahas penanganan Covid-19," kata Nasrudin Azis.

Namun, ia mengakui tingkat kepatuhan masyarakat Kota Cirebon dalam menerapkan protokol kesehatan masih rendah.

Azis meminta warga Kota Udang lebih mematuhi protokol kesehatan setiap saat untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Di antaranya, memakai masker saat keluar rumah, rajin mencuci tangan, dan menjaga jarak dengan orang sekitarnya.

"Upaya pencegahan ini membutuhkan peran serta masyarakat, sehingga tidak perlu lagi memberlakukan PSBB," ujar Nasrudin Azis.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi
Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved