Breaking News:

Disdik Indramayu Ancam Tutup Sekolah yang Memaksa Gelar KBM Tatap Muka, Belum Ada Izin Plt Bupati

Dalam surat itu dijelaskan, apabila ingin mengadakan belajar tatap muka, sekolah tersebut harus mengajukan permohonan dahulu ke kepala daerah

Foto istimewa
Surat pernyataan permohonan kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka pada masa pandemi Covid-19. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Orang tua murid di Kabupaten Indramayu dihebohkan dengan menyebarnya surat pernyataan permohonan kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka pada masa pandemi Covid-19.

Surat tersebut banyak diterima wali murid untuk menyetujui agar anak-anak mereka bisa kembali belajar tatap muka seperti biasa.

Menanggapi beredarnya surat pernyataan tersebut, Plt Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Indramayu, Caridin menegaskan, pemerintah daerah belum mengizinkan KBM tatap muka itu kembali digelar.

Hingga saat ini, evaluasi terhadap masih terus dikaji. Mengingat, risiko penyebaran Covid-19 masih terus melonjak.

“Kalau ada sekolah yang membuka pembelajaran tatap muka tanpa ada izin dari Pak Bupati, silakan lapor ke Disdik," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Jumat (11/9/2020).

Disdik Kabupaten Indramayu bakal tegas menindak sekolah yang memaksakan menggelar belajar tatap muka, termasuk sanksi penutupan sekolah.

Dijelaskan Caridin, di masa pandemi sekarang, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI sudah membuat regulasi terkait belajar tatap muka melalui Surat Nomor 7967/C/PD/2020.

Dalam surat itu dijelaskan, apabila ingin mengadakan belajar tatap muka, sekolah tersebut harus mengajukan permohonan dahulu ke kepala daerah dan harus disetujui oleh komite sekolah dan camat setempat.

Setelah itu, akan dikaji oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 seperti apakah berada di zona aman atau tidak serta memastikan kesiapan sekolah, termasuk didalamnya dilakukan swab sebagai langkah antisipasi.

"Setelah hasil verifikasi dinyatakan sekolah tersebut boleh menggelar pembelajaran tatap muka, barulah orang tua siswa memberikan izin karena merupakan bagian akhir yang menentukan boleh atau tidak bolehnya belajar tatap muka,” ujar dia.

Bacaan Sholawat Nabi Muhammad SAW, Lengkap Manfaat Sholawat untuk Kemudahan Rezeki dan Kesehatan

Mulai Senin 14 September, Kota Bandung Terapkan AKB yang Diperketat, Melanggar Langsung Kena Sanksi

Daftar Harga HP Vivo Awal September 2020: Harga Mulai Rp 1 Jutaan, Vivo Y11, Y17, V19 hingga X50 Pro

Hanya saja, hingga saat ini Plt Bupati Indramayu belum memberikan izin. Jika dilaksanakan pun akan secara bertahap mulai dari tingkat SMA sederajat dahulu.

“Pembelajaran tatap muka dimulai dari SMA atau SMK secara berjenjang ke SMP dan SD. Itupun dengan prosedur yang ketat," ucapnya.

Penulis: Handhika Rahman
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved