Breaking News:

PSBB Jawa Barat

Jawa Barat Belum Rencanakan PSBB, Pemprov Lebih Memilih Tekankan PSBM

Daud mengatakan kawasan Bodebek tengah menjalani PSBB Proporsional dengan penekanan pembatasan di sejumlah zona.

Tribun Jabar - Tribunnews.com
Gedung Sate 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pemprov Jabar belum memiliki rencana untuk memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) kembali di Jawa Barat, layaknya di DKI Jakarta.

Untuk menanggulangi penyebaran Covid-19, Pemprov Jabar lebih menekankan pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM) yang lebih menyasar secara khusus terhadap kawasan yang berpotensi mengalami penyebaran Covid-19 di tingkat kecamatan, desa, sampai lingkungan.

Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jabar, Daud Achmad, mengatakan pihaknya belum menerima pengajuan pemberlakuan PSBB kembali di Jawa Barat, baik dari kawasan Bandung Raya maupun Bodebek, yakni dua kawasan dengan angka penyebaran Covid-19 tertinggi di Jawa Barat.

"Rapat kemarin belum dibahas. Sejak diberlakukannya PSBB Proporsional sampai 29 September di Bodebek, Pak Gubernur juga kepada bupati dan wali kota lebih menekankan menerapkan PSBM, pembatasan untuk skala
mikro dan komunitas," katanya melalui ponsel, Kamis (10/9).

Daud mengatakan kawasan Bodebek tengah menjalani PSBB Proporsional dengan penekanan pembatasan di sejumlah zona.

Jika bupati atau ealikotanya mengajukan permohonan pemberlakuan PSBB maksimal, katanya baru bisa diproses.

Begitu pun jika Kota Bandung atau Bandung Raya ingin melaksanakan kembali PSBB.

Selama ini di Jawa Barat, katanya, memang lebih menekankan pemberlakuan AKB atau Adaptasi Kebiasaan Baru.

Menurutnya, sejak Bandung Raya menerapkan AKB, pergerakan dan aktifitas warga terpantau longgar dan kasus Covid-19 pun mengalami naik turun.

Halaman
1234
Editor: Mumu Mujahidin
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved