Breaking News:

Harga Ayam dari Ciamis Langsung Terdampak Rencana Penerapan Kembali PSBB di Jakarta

Tak hanya harganya yang turun, menurut H Komar, ayamnya juga tak terserap pasar

Tribuncirebon.com/Eki Yulianto
Kandang peternak ayam di Desa Sindangkasih, Kabupaten Majalengka, Jumat (28/6/2019) 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Andri M Dani

TRIBUNCIREBON.COM, CIAMIS – Rencana  Pemprov DKI Jakarta menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) guna mengerem pertumbuhan kasus positif Covid-19 yang makin pesta, berdampak pada harga ayam ras pedaging asal Ciamis. Terutama ayam pedaging jenis layer jantan (pejantan).

Dalam sehari harga ayam pejantan di tingkat peternak di Ciamis langsung terkoreksi dari Rp 22.000/kg jadi Rp 20.000/kg hidup (livebird).

“Kemarin (Rabu, 9/9) sempat naik ke angka Rp 22.000/kg, Tapi hari ini turun lagi ke Rp 20.000/kg di tingkat peternak,” ujar H Komar Hermawan, koordinator peternak ayam ras pedaging layer jantan (pejantan) Kerukunan Perunggasan Priangan Timur kepada Tribun, Kamis (10/9).

Tak hanya harganya yang turun, menurut H Komar, ayamnya juga tak terserap pasar. “Ayam tidak laku, tidak terserap pasar,” katanya.

Dengan diterapkannya kembali PSBB di Jakarta, tentunya pasar akan tutup. Berbagai kegiatan warga dibatasi, rumah makan dan restoran tutup, termasuk transportasi. Dengan sendirinya ayam pedaging dari Ciamis tidak bisa masuk Jakarta.

Sebagai sentra produksi nasional  ayam pedaging ras layer jantan (pejantan) dalam kondisi normal di Ciamis ada 1 juta ekor ayam pejantan dipanen tiap minggu. 75 persen dipasok untuk kebutuhan pasar di kawasan Jabodetabek dan Bandung.

Dengan rencana penerapan kembali PSBB di Jakarta permintaan ayam ras pedaging layer jantan langsung turun. “Permintaan langsung turun, ayam kurang laku,” ujar H Komar yang juga pemilik Kawali Poultry Shop (PS) tersebut.

Awal bulan September ini katanya harga ayam pejantan jatuh tersungkur dari angka Rp 35.000-Rp 37.000/kg hidup ke angka Rp 17.000/kg.

Bacaan Sholawat Nabi Muhammad SAW, Lengkap Manfaat Sholawat untuk Kemudahan Rezeki dan Kesehatan

Darurat Covid-19, MUI Imbau Tiadakan Salat Jumat dan Salat Berjemaah, Minta Umat Baca Qunut Nazilah

Lesti Kejora Tanyakan Tanggal Pernikahan, Begini Jawaban Ayah Rizky Billar yang Bikin Gemes

Kemudian berangsur naik, bahkan di hari Rabu (9/9) kenaikan harga ayam pejantan di kandang di Ciamis sudah menembus angka kisaran Rp 22.000-Rp 23.000/kg. Semakin mendekati angka biaya pokok  produksi (BPP/BEP) yakni di kisaran Rp 24.000-Rp 25.000/kg.

Saat peternak masih menanggung rugi tersebut, harga yang sudah naik ke angka Rp 22.000/kg dalam sehari turun ke angka Rp 20.000/kg. Dikhawatirkan akan terus turun menyusul penerapan kembali PSBB di Jakarta. “Ayam semakin tidak terserap pasar,” katanya. (andri m dani)   

Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved