Breaking News:

Suami Bunuh Istrinya Gara-gara Dimintai Duit Rp 150 Ribu, Keadaan Bokek, Suami pun Merasa Tertekan

Suami Bunuh Istrinya Sendiri Gara-gara Dimintai Duit Rp 150 Ribu, Keadaan Bokek, Suami Merasa Tertekan

Tribuncirebon.com/Handhika Rahman
Tersangka M (65) warga Desa/Kecamatan Bangodua yang membunuh dan mengubur istrinya sendiri di dalam kamar rumah saat digiring polisi di Mapolres Indramayu, Selasa (8/9/2020). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Polisi akhirnya mengungkap alasan tersangka, M (65) warga Desa/Kecamatan Bangodua, Kabupaten Indramayu yang tega membunuh istrinya sendiri, J (65) dan menguburkannya dengan cara tidak manusiawi.

Ia dikubur di bawah tempat tidur kamar rumah mereka dengan posisi kaki menekuk dan masih mengenakan pakaian sehari-hari.

Kapolres Indramayu, AKBP Suhermanto mengatakan, kejadian itu berawal saat korban meminta uang senilai Rp 150 ribu kepada tersangka untuk belanja.

Tersangka tidak mengingat kapan kejadian itu terjadi, hanya saja menurut pengakuan M kejadian itu terjadi pada hari Minggu di bulan Agustus 2020 sekitar pukul 19.00 WIB.

 BUKAN HILANG, si Cantik Monayuta Kabur karena Pacaran dengan Seorang Pria Tak Direstui Orangtua

"Saat itu setelah tersangka pulang dari sawah, tersangka dan korban duduk bersama di atas spanduk bekas sebagai alas lantai lalu korban meminta uang sebesar Rp 150 ribu," ujar Kapolres didampingi Kasat Reskrim Polres Indramayu, AKP Hamzah Badaru saat konferensi pers di Mapolres Indramayu, Selasa (8/9/2020).

AKBP Suhermanto mengatakan, saat itu tersangka tidak bisa menuruti keinginan korban karena tidak memiliki uang.

Sehingga korban marah dan mengeluarkan kata-kata menyakitkan lalu mengusir tersangka dari rumah kalau tidak bisa menghidupi istrinya.

Pertengkaran di antara keduanya pun tidak terelakan, korban yang merasa sakit hati lalu mencekik istrinya itu sekuat tenaga hingga membuatnya meninggal dunia.

"Tersangka merasa kesal dan lelah merawat serta menghidupi korban yang merupakan istri sah tersangka sejak tahun 1982 karena korban meminta uang sejumlah Rp 150 ribu," ujarnya.

Dalam pengungkapan kasus itu, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti.

Di antaranya, satu buah cangkul, satu buah buku nikah, satu buah spanduk warna hitam, dua buah karung plastik bekas, satu potong kain tapi, satu papan, lima potong pakaian bekas, dua potong kayu yang digunakan tersangka mengukur tubuh korban, dan bongkahan bata.

 Link Live Streaming LIDA 2020 Indosiar Malam ini Babak Result Grup 1, Siapa yang akan Tereleminasi?

AKBP Suhermanto menjelaskan, atas perbuatannya pelaku dikenakan Pasal 44 Ayat (3) UU Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (PKDRT) dan atau Pasal 338 KUHP.

"Kekerasan dalam rumah tangga mengakibatkan matinya korban dengan ancaman pidana 15 tahun dan atau barang siapa yang dengan sengaja merampas nyawa orang lain, diancam pembunuhan dengan pidana penjara 15 tahun dan atau diancam dengan pidana penjara maksimum KDRT 15 tahun penjara," ujar dia.

Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved