Breaking News:

Covid 19 di Kota Bandung

Pasien Membeludak, Ruang Isolasi RSKIA Kota Bandung Penuh Terisi, Kebanyakan Orang Tanpa Gejala

pasien OTG memiliki sejumlah pertimbangan sehingga memilih melakukan isolasi mandiri di rumah sakit

Eki Yulianto/ Tribuncirebon.com
Ilustrasi: Ruang Isolasi di RSUD Cideres Majalengka 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Cipta Permana

TRIBUNCIREBON.CO, BANDUNG - Seiring dengan meningkatnya tren penularan covid-19 dan pasien terkonfirmasi positif di Kota Bandung, turut berdampak pada keterisian kapasitas tempat tidur di lantai 11 ruang isolasi di Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak (RSKIA) Kota Bandung. Dari 34 tempat tidur yang tersedia, seluruhnya saat ini dalam kondisi penuh.

"Tren peningkatan pasien berstatus orang tanpa gejala (OTG) di ruang isolasi RSKIA Kota Bandung sudah terjadi sejak sepekan lalu. Dari 34 tempat tidur yang kami miliki, saat ini kondisinya sudah penuh, sehingga tidak dapat lagi menerima pasien baru," ujar Direktur RSKIA Kota Bandung, dr. Taat Tagore D. Rangkuti saat ditemui di sela kegiatan di Mako Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) Kota Bandung, Rabu (9/9/2020).

dr. Taat mengatakan, penuhnya ruang isolasi di RSKIA Kota Bandung, karena pasien OTG memiliki sejumlah pertimbangan sehingga memilih melakukan isolasi mandiri di rumah sakit dibandingkan di rumahnya masing-masing, seperti terdapatnya anak balita maupun orangtua atau lansia yang menjadi kelompok paling rentan terpapar covid-19.

"Selain itu, pertimbangannya mereka, bila isolasi mandiri di rumah, intensitas bertemu dengan anggota keluarga lainnya tentu lebih sering, sehingga potensi penularan pun lebih tinggi, karena alasan itu mereka memilih mengisolasi diri di sini," ucapnya.

Rizki DA Blak-blakan Soal Masalah Rumah Tangganya dengan Nadya Mustika Rahayu: Sudah Musyawarah

Fitria Pamungkaswati Positif Corona, DPRD Kota Cirebon Siap Gelar Rapat dan Sidang Secara Virtual

Gugus Tugas Covid-19 Kota Bandung Jelaskan Status Kota Bandung Masih Masuk Zona Oranye

Disingggung mengenai, status pekerjaan pasien OTG yang menjalani isolasi mandiri di RSKIA Kota Bandung, dr. Taat menyebut rata-rata pasien merupakan ASN dan masyarakat umum.

Hal ini, sesuai dengan kebijakan administrasi dan penempatan pasien yang diberlakukan oleh Dinas Kesehatan dan Satgas Covid-19 Kota Bandung.

"Karena sesuai dengan kebijakan Pemerintah dalam hal ini Dinas Kesehatan dan Satgas Covid-19, maka selama menjalani isolasi mandiri ini, para pasien tidak dibebankan biaya apapun. Apalagi RSKIA menjadi salah satu rumah sakit rujukan dari Pemerintah Kota Bandung, sehingga seluruh fasilitas yang digunakan untuk merawat pasien itu gratis," ujar dr. Taat.

Direktur RSKIA Kota Bandung, dr. Taat Tagore D. Rangkuti jelaskan terkait kondisi ruang isolasi di RSKIA Kota Bandung yang sudah tidak mampu menampung pasien baru, saat ditemui di sela kegiatan di Mako Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) Kota Bandung, Rabu (9/9/2020).
Direktur RSKIA Kota Bandung, dr. Taat Tagore D. Rangkuti jelaskan terkait kondisi ruang isolasi di RSKIA Kota Bandung yang sudah tidak mampu menampung pasien baru, saat ditemui di sela kegiatan di Mako Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) Kota Bandung, Rabu (9/9/2020). (TribunJabar.id/Cipta Permana)

Sebelumnya, dirinya menjelaskan, ruang isolasi RSKIA Kota Bandung hanya diperuntukan menampung para tenaga kesahatan yang terkonfirmasi OTG, karena bila mereka kembali pulang ke rumah dan bertemu keluarga sehingga risiko penularan berpotensi terjadi.

"Jadi saat ini kami hanya diminta untuk menampung para ASN Kota Bandung dan masyarakat. Kami pun akan segera menggelar rapat dengan seluruh manajemen, yang membahas terkait kemungkinan bertambahnya ketersediaan tempat tidur di ruang isolasi atau menambah ruang isolasi yang ada saat ini untuk dapat melayani kebutuhan masyarakat," katanya. (Cipta Permana).

Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved