Breaking News:

Jam Malam Efektif Turunkan Kasus Covid-19 di Kota Bogor, Akankah Diberlakukan di Daerah Lain?

penyebaran Covid-19 di Jawa Barat cenderung naik-turun, seiring dengan sudah terkendalinya penyebaran di klaster industri,

Eki Yulianto/Tribuncirebon.com
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat rapat dengan Gugus Tugas Covid-19 Majalengka di Pendopo, Rabu (22/7/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan terjadi penurunan kasus Covid-19 di Kota Bogor yang semula masuk zona merah.

Dengan demikian, ujar Emil, manajemen jam malam dan pembatasan sosial berskala mikro yang diterapkan Pemerintah Kota Bogor memiliki pengaruh positif.

"Sehingga Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jawa Barat memberikan rekomendasi kepada tempat-tempat yang kenaikannya tinggi, untuk melakukan pola yang sama," tuturnya di Markas Kodam III Siliwangi, Rabu (9/9).

Secara keseluruhan, katanya, penyebaran Covid-19 di Jawa Barat cenderung naik-turun, seiring dengan sudah terkendalinya penyebaran di klaster industri, tetapi munculnya klaster penularan di tingkat keluarga.

"Ada klaster keluarga yang sedang kita teliti, sementara klaster industri sudah mulai menurun seiring dengan penguatan kesepahaman, yaitu mengawasi para pekerja sepulang dari tempat kerjanya. Karena kesimpulan minggu lalu, protokol kesehatan di tempat kerja sangat ketat, tapi sepulang kerja memang kurang terkondisikan," ujarnya.

Pergerakan masyarakat di minggu ini, katanya, sudah hampir sama dengan sebelum PSBB dulu, sehingga penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 atau 3M, yakni memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak, menjadi tantangan. Emil mengatajan pihaknya pun sudah memberlakukan denda bagi pelanggar protokol kesehatan.

"Total denda sudah sekitar Rp 100 jutaan ya, kemudian pelanggaran mayoritas masih pelanggaran individu. Akan ada program lanjutan pembagian masker oleh TNI dan Polri yang akan dilaksanakan besok sebagai simbolisnya, dan kita imbau terus untuk melakukan 3M," katanya.

Di bidang ekonomi, katanya, Jawa Barat pun sudah memulai mengekspor produknya dan kegiatan ekonomi perlahan berjalan kembali. Dengan demikian, pada Desember 2020 diharapkan terjadi pertumbuhan ekonomi yang signifikan.

"Kemarin salah satu yang menyemangati adalah kami mengekspor ubi jalar ke Hongkong dari perkebunan di Kabupaten Bandung, mengindikasikan ekspor sudah mulai bergerak lagi ya. Kebutuhan pangan ternyata tangguh selama pandemi ya sehingga kesejahteraan petani sekarang masih bisa terjaga dengan baik," tuturnya.

Halaman
1234
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved