Breaking News:

Keponakan Bunuh Tante

VIDEO - Polres Kuningan Ungkap Pembunuhan Tante Oleh Keponakannya, Pelaku Kabur ke Tangerang

Petugas mengamankan 1 (satu) buah bantal berwarna putih bercorak bunga yang terdapat noda darah

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai
TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN – Petugas kepolisian Kuningan berhasil menangkap Dedi alias Taspin, warga Dusun II Cibodas, Desa Cipondok, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan, di Kota Tangerang. 
Tersangka ditangkap seusai menghilangkan jiwa atas nama Sanah (79) Binti Batmadiraksa, warga Dusun II Cibodas, Desa Cipondok, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan, beberapa waktu lalu.
Kapolres Kuningan AKBP Lukman SD Malik saat jumpa pers di Gedung Wir Satya Pradana Mapolres setempat menuturkan, penangkapan ini merupakan Penanganan Laporan Polisi nomor : LP/B/128/V/2020 / JBR / RES KNG, tanggal 17 Mei 2020. 
“Tentang Tindak Pidana Menghilangkan jiwa seseorang dan Pencurian dengan kekerasan, yang di laporkan Saudari Casini (55) diketahui masih saudara korban,” kata Lukman di damping Kasaat Reskrim Polres Kuningan AKP Danu Raditya Atmaja dan Kasubag Humas Polres Kuningan, yakni AKP Budi Hartono, Rabu (2/9/2020).
Lukman menyebutkan, mengenai waktu kejadian itu pada Hari Selasa (12/5/2020) sekira jam 10.30 Wib.
“Atas tindakan itu, tersangka dikenakan pasal 338 KUHPidana (Ancaman hukuman paling lama lima belas tahun) dan 365 ayat (3) KUHPidana ( Ancaman hukuman paling lama lima belas tahun),” ungkapnya.
Di samping itu, pengungkapan terhadap tersangka itu didasari adanya sejumlah barang bukti. 
“Seperti 1 (satu) lembar surat perhiasan emas jenis kalung berat 10,5 gram seharga 3.360.000,- (Tiga juta tiga ratus enam puluh ribu rupiah,” katanya.
Tidak hanya itu, Lukman menyebutkan, petugas juga berhasil mengamankan barang bukti lain.
“ Ada 1 (satu) lembar surat perhiasan emas jenis gelang berat 4 gram seharga 1.280.000,- (satu juta dua ratus delapan puluh riburupiah) dan1 (satu) lembar surat perhiasan emas jenis bandul kalung berat 2,1 gram seharga 546.000,- (Lima ratus empat puluh enam ribu rupiah),” ujarnya.
“Petugas mengamankan 1 (satu) buah bantal berwarna putih bercorak bunga yang terdapat noda darah. Kemudian, 2 (dua) buah busa kursi yang terdapat noda darahnya, serta 1 (satu) buah kaos pendek warna orange merk Nevada dan 1 (satu) buah celana pendek warna putih merk Nevada,” katanya.
Selain itu, ada 1 (satu) buah celana pendek, 1 (satu) buah kaos warna biru, 1 (satu) buah kain panjang warna coklat motif batik, 1 (satu) buah BH warna hitam dan 1 (Satu) buah kerudung warna kuning.
”Juga ditambah 1 (satu) buah kaos lengan pendek warna putih biru bertuliskan ‘alkaline’,” katanya. 

Dedi alias Taspin, pelaku pembunuhan lansia warga Desa Cipondok, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan yakni Sanah (79) ditangkap setelah kabur tiga bulan.

Dedi membunuh Sanah yang tak lain tantenya sendiri dengan cara mencekik. 

Kabur 3 bulan, Dedi juga menjual perhiasan yang sudah dirampasnya dari sang bibi. 

Di hadapan polisi, Dedi berdalih kalau dia terpaksa membunuh Sanah karena orangtuanya dihina.

“Saya mendengar perkataan korban yang menghina bapak dan ibunya. Dia bilang bapak saya suka mencuri tanah, kemudian dia juga menghina ibu saya yang lagi sakit," ungkap DD saat dihadirkan dalam jumpa pers tadi, di Aula Wira Satya Pradana Mapolres Kuningan, Rabu (2/9/2020).

Tersangka mengatakan, dirinya emosi dan langsung mendatangi rumah korban yang jaraknya tidak jauh dari rumahnya.

“Saat sampai di rumah korban, saya langsung memukul pas bagian dada dan mencekiknya,” kata tersangka lagi.

Tersangka mengaku tidak menyadari bahwa kondisi korban telah meninggal dunia.

“Setelah korban tak berdaya, saya mengambil perhiasan uwak, berupa gelang dan kalung emas dan pergi keluar kota,” ungkapnya.

Mengenai hinaan korban soal pencurian tanah, tersangka sendiri tidak tahu persis persoalan tanah yang dimaksud korban.

Sementara itu, Kapolres Kuningan AKBP Lukman SD Malik memastikan modus tersangka membunuh adalah ingin menguasai perhiasan korban.

“Tersangka sendiri tidak memiliki pekerjaan tetap alias serabutan, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari itulah,” ungkapnya.

Tersangka sendiri setelah peristiwa tersebut diketahui menghilang dari rumahnya yang tidak jauh dari rumah korban.

Penulis: Ahmad Ripai
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved