Breaking News:

Kota Bekasi, Depok, Bogor, dan Kabupaten Bekasi Masuk Zona Merah di Jabar, 10 Daerah Zona Oranye

Saya perpanjang PSBB yang ada di Bodebek, saat ini hanya Kabupaten Bogor yang tidak Zona Merah.

Diskominfo Jabar
Peta risiko Covid-19 di Jabar hingga 2 September 2020. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Empat daerah di Jawa Barat kini menjadi Zona Merah atau kawasan berisiko tinggi penularan COVID-19, yakni Kota Bekasi, Kota Bogor, Kota Depok, dan Kabupaten Bekasi.

Dengan data yang didasarkan pada periode 24-30 Agustus 2020 tersebut, wilayah Bodebek (Bogor-Depok-Bekasi) merupakan zona nerah, kecuali Kabupaten Bogor.

“Saya perpanjang PSBB yang ada di Bodebek, saat ini hanya Kabupaten Bogor yang tidak Zona Merah. Mudahan-mudahan seperti minggu-minggu lalu, dengan koordinasi yang baik kita bisa kembalikan ke Risiko Sedang (Zona Oranye) dan Risiko Rendah (Zona Kuning),” kata Kang Emil di Markas Polda Jabar, Kamis (3/9).

Selain Zona Merah, di Jabar ada 10 kabupaten/kota berstatus Zona Oranye, yakni Kabupaten Bogor, Kabupaten Bandung, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Karawang, Kabupaten Bandung Barat, Kota Bandung, Kota Cirebon, Kota Cimahi, dan Kota Tasikmalaya.

Sementara 13 kabupaten/kota lainnya berada di Zona Kuning, yaitu Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Garut, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Subang, Kabupaten Pangandaran, Kota Sukabumi, dan Kota Banjar.

Terkait klaster industri di Kabupaten Bekasi, Kang Emil berujar bahwa pihaknnya pada Jumat (4/9) akan melakukan pertemuan dengan pihak industri untuk menganalisis permasalahan dalam upaya pencegahan penyebaran COVID-19 di kawasan industri tersebut.

“Besok saya akan ke Kabupaten Bekasi, bertemu dengan pemilik-pemilik industrial estate untuk memetakan problematikanya. Karena dari laporan investigasi di lapangan, sampai hari ini masuk ke industri itu ketat sekali prosedur dan cara kerjanya,” ujar Kang Emil.

“Maka saya akan konfirmasi sumber penularan, jangan-jangan di tempat bermukimnya karyawan sepulang dari kerja yang memang kontrolnya ada di lingkungan perumahan yang tidak seketat di tempat kerjanya,” ujarnya.

Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jawa Barat berkomitmen untuk terus meningkatkan pengetesan metode uji usap (swab test) Polymerase Chain Reaction (PCR).

Kasus Covid-19 di Jabar Terus Naik, Ridwan Kamil Sebut Kamar untuk Pasien Masih Tersedia

Cek Rekeningmu Hari Ini, Subsidi Gaji Rp 600 Mulai Dicairkan, Ida Fauziah: Sudah Diserahkan

Pasien Covid-19 Bisa Semakin Menderita Kalau Punya Penyakit Seperti Diabetes, Jantung, Hipertensi

Halaman
123
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved