Breaking News:

Kabupaten Kuningan Diminta Mencontoh Kota Banjar Dalam Hal Kedisiplinan Penerapan Protokol Kesehatan

Adapun beberapa kendala yang dialami Pemkab Kuningan selama masa pandemi ini, di antaranya banyak masyarakat Kuningan yang bekerja di luar kota

istimewa
Sekda Kuningan H Dian Rahmat Yanuar terima kunjungan kerja dari sekretariat Tim Gugus Tugas Covid19, Provinsi Jawa Barat, di ruang kerjanya, Kamis (3/9/2020). 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIEEBON.COM, KUNINGAN - Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan, H Dian Rahmat Yanuar menerima kunjungan kerja Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Provinsi Jabar, Dani Ramdan bersama rombongan di ruang kerja Sekda di kompleks Pendopo Bupati Kuningan, Kamis (3/9/2020)

Saat penerimaan kunjungan kerja tadi, Dian mengatakan bahwa Kabupaten Kuningan telah melakukan PSBB selama 1 bulan atau dikenal dengan sebutan karantina wilayah parsial (KWP).

"Kemudian untuk klasster terbaru di wilayah Kabupaten Kuningan yaitu di RSUD 45’ Kuningan, beberapa tenaga medis dan staf administrasi yang terpapar virus Covid-19 dan telah ditangani," kata Dian saat mengawali  penerimaan kunjungan kerja di ruang kerjanya.

Adapun beberapa kendala yang dialami Pemkab Kuningan selama masa pandemi ini, lanjut Dian, di antaranya banyak masyarakat Kuningan yang bekerja di luar kota dan kerap kali mudik.

"Sehingga belum menyadari bahaya dari Covid-19, tenaga medis yang terbatas, juga belum tersedianya alat PCR serta bagaimana membangkitkan kembali perekonomian sebagai upaya peningkatan daya beli masyarakat," katanya.

Dian mengatakan, bahwa masyarakat Kuningan saat ini sedang menata kembali perekonomian, untuk bisa normal seperti sedia kala.

"Hal itu tentu menjadikan pemerintah pun ikut membantu dalam masa pemulihan ekonomi tersebut yang dibantu juga oleh stakeholder," ujarnya.

Daftar Harga HP Oppo Terbaru September 2020: Lengkap Mulai A5s, F15, A92, Find X2, Hingga Reno 4

Gideon Tengker Curhat Perlakuan Buruk Anaknya, Nagita Slavina: Harga Diri Papa Sudah Hancur

Suaminya Selingkuh dan Hamili Wanita Lain, Seorang Istri Baru Gugat Sang Suami 45 Tahun Kemudian

Mengenai adaptasi kebiasaan baru (AKB), kata Dian, ini membutuhkan waktu karena tingkat kesadaran masyarakat yang belum terbiasa dengan kebiasaan seperti ini.

"Pemerintah ingin mengembalikan kebiasaan masyarakat Kuningan seperti pada 5 bulan lalu yang memperhatikan disiplin protokol kesehatan," katanya.

Halaman
12
Penulis: Ahmad Ripai
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved