Breaking News:

Imbas Pandemi Covid19, Universitas Kuningan Tetap Gelar Kuliah Daring, Kuota Internet Jadi Kendala

selain karena terus meningkatnya kasus positif di Kuningan, belum ada instruksi dari pusat untuk bisa menggelar kuliah tatap muka.

TribunCirebon.com/Ahmad Ripai
Rektor Universitas Kuningan (Uniku) Dikdik Harjadi saat ditemui di sela kegiatan KKN Expo Universitas Kuningan, di kampus setempat, Kamis (3/9/2020). 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Lembaga Pendidikan Universitas Kuningan (Uniku) masih memberlakukan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) atau kuliah secara daring.

"Hal ini melihat meningkatnya jumlah kasus terkonfirmasi positif di Kabupaten Kuningan dalam beberapa hari terakhir," ungkap Rektor Uniku Dikdik Harjadi saat ditemui di sela kegiatan KKN Expo Universitas Kuningan, di kampus setempat, Kamis (3/9/2020).

Dikdik menjelaskan, selain karena terus meningkatnya kasus positif di Kuningan, belum ada instruksi dari pusat untuk bisa menggelar kuliah tatap muka.

"Kami masih menunggu instruksi Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbud. Sebagai pedoman pelaksanaan kegiatan mengajar tatap muka di lembaga," katanya.

Dikdik mengakui banyak kendala yang dialami mahasiswa dalam melakukan pembelajaran secara daring.

"Salah satu kendala yang dihadapi mahasiswa ialah masalah jaringan serta kuota internet," katanya.

Untuk itu, kata dia berharap bantuan biaya paket data dan komunikasi yang diberikan kepada mahasiswa agar bisa sepenuhnya terealisasi.

"Uniku sendiri memiliki lebih dari 6.700 mahasiswa yang saat ini sedang dilakukan pendataan nomor telepon," ujar Dikdik.

Soal kebijakan pemerintah yang dianggap sudah menggulirkan program bantuan kuota untuk mahasiswa, lanjut Dikdik, masih diproses.

Promo Belanja Indomaret di Awal September Bisa Hemat Pengeluaran, Berlangsung Dua Periode

Zodiak Besok, Jumat 4 September 2020: Cancer Tergoda Masa Lalu, Scorpio Jangan Larut Dalam Kesedihan

Lelang Motor BMW Kesayangan Aa Gym untuk Bangun Masjid, Sudah Ada yang Menawar Rp 220 Juta

"Sedang kita proses pendataan nomor telepon mahasiswa yang akan dikirim kuota. Mudah-mudahan semua mahasiswa mendapatkannya," ungkap Dikdik lagi.

Dikdik mengatakan, dampak Pandemi covid19 juga telah menunda proses wisuda mahasiswa.

"Seharusnya dilakukan pada bulan Agustus kemarin. Menurutnya 95 persen mahasiswa menginginkan wisuda dilakukan secara offline," katanya. (*)

Penulis: Ahmad Ripai
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved