Breaking News:

Duda dan Janda di Garut Makin Banyak, Kasus Perceraian Meningkat, Sehari Bisa 30 Kali Sidang

Kasus perceraian di Kabupaten Garut terus mengalami peningkatan. Sepanjang tahun ini, ada 3.525 kasus

instagram
Ilustrasi - Cincin tunangan. Wanita ini Telat Cincin Hingga Harus Dioperasi, Suaminya Tertawa Mendengar Cerita Lucunya 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Wijaksana

TRIBUNCIREBON.COM, GARUT - Kasus perceraian di Kabupaten Garut terus mengalami peningkatan. Sepanjang tahun ini, ada 3.525 kasus gugatan perceraian.

Humas Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Garut, Kamaludin, mengatakan, setiap harinya ada 20 hingga 30 perkara perceraian yang ditangani. Faktor ekonomi paling dominan dari gugatan perceraian.

"Biasanya dari golongan menengah ke bawah itu faktor ekonomi. Sedangkan yang lainnya terkait tanggung jawab. Faktor ekonomi dan tanggung jawab memang saling berkaitan," ujar Kamaludin, Kamis (3/9).

Kasus perceraian di Kabupaten Garut, dari data yang dimilikinya, setiap tahunnya mengalami peningkatan hingga 1000 kasus. Dari sejumlah perkara yang ditangani oleh PA Garut, 80 persen di antaranya adalah kasus perceraian.

 Ini yang Harus Dipatuhi Bakal Calon dan Tim Sukses Saat Mendaftar di KPU Kabupaten Tasikmalaya

Mereka yang melakukan gugatan cerai memiliki rentang usia yang bervariatif. Namun umumnya mereka yang menggugat cerai berusia 40 tahun ke bawah.

Dengan tingginya angka perceraian tersebut, para hakim di PA Garut harus bekerja keras dengan jadwal sidang perceraian yang cukup padat.

“Masyarakat juga harus memahami jika ada antrean persidangan. Soalnya proses sidang cerai itu agak lama," katanya.

Terkadang, warga memang harus menunggu sejak pagi hingga siang hari untuk bisa masuk ke ruang sidang.

“Namun kami pastikan bahwa selama pandemi Covid-19 ini, protokol kesehatan tetap kami terapkan,” ucapnya.

 Pilkada Pangandaran 2020, Bawaslu Pantau ASN, Jangan Coba-coba Selfie dengan Balon Bupati

Meski meningkat, tak terjadi antrean panjang di PA Garut. Hanya saja, jadwal sidang setiap penggugat harus menunggu lebih lama dari biasanya.

"Setiap hari ada yang mendaftar untuk gugat cerai. Kami tetap upayak untuk mediasi. Tapi rata-rata sulit dimediasi dan memutuskan bercerai," katanya

Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved