Breaking News:

Budidayakan Ulat Maggot, Prajurit TNI di Majalengka Bantu Atasi Persoalan Sampah Rumah Tangga

Dari budidaya maggot itulah, dirinya mengaku bisa membantu mengurai sampah organik di desanya.

Penulis: Eki Yulianto | Editor: Mumu Mujahidin
Tribun Cirebon.com/Eki Yulianto
Serta Nurinto saat memberi makan ayam dengan maggot hasil budidaya di Desa Girimukti, Kecamatan Dawuan, Kabupaten Majalengka, Kamis (3/9/2020). 

Disampaikannya, berangkat dari masalah sampah rumah tangga yang berada di desanya lah menjadi alasan dirinya menggeluti budidaya ulat maggot tersebut.

Cek Rekeningmu Hari Ini, Subsidi Gaji Rp 600 Mulai Dicairkan, Ida Fauziah: Sudah Diserahkan

Gideon Tengker Curhat Perlakuan Buruk Anaknya, Nagita Slavina: Harga Diri Papa Sudah Hancur

"Pertama, saya prihatin dengan desa saya karena banyak sampah-sampah yang tidak terurus yang akhirnya bagaimana memikirkan sampah ini menjadi yang berguna bagi kepentingan bersama. Sehingga, saya juga terpikir saat mengikuti suatu kegiatan, di sana ada peternakan maggot akhirnya saya belajar beternak maggot dan saya praktekan," ujar Nurinto saat memperlihatkan budidaya ulat maggot di lahan ternaknya, Kamis (3/9/2020).

Dirinya menjelaskan, ribuan maggot yang sedang dibudidaya itu dari hasil telur lalat.

Sementara, pria kelahiran Indramayu itu juga membudidayakan lalat juga di samping tempat ternak maggot.

"Dari budidaya lalat itu setiap panen menghasilkan 5 gram telur, nah setelah itu dimasukan ke sebuah wadah dan menunggu 3 hari ke depan untuk menghasilkan maggot sebanyak 7 kg," ucapnya.

Masih dijelaskan dia, untuk menghasilkan maggot besar harus menunggu selama 10 hari ke depan.

Sementara, setiap 2 kali dalam sehari diberi makan dari olahan sampah organik tersebut.

"Alhamdulilah, dari ternak ulat maggot ini bisa mengurangi sampah organik dan juga sampah dapur," jelas dia.

Ketika sudah tumbuh besar, maggot akan menjadi makanan ternak ayam atau pun jenis hewan unggas lainnya.

Sedangkan, dia sendiri menjadi seorang peternak dengan memiliki ayam boyler sebanyak 18 ribu ekor.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved