Breaking News:

Video

VIDEO - Dampak Pandemi, Jumlah Peziarah ke Makam Syekh Irengan dan Abdul Muhyi di Darmaloka Menurun

kegiatan penyebaran Islam yang dilakukan kedua tokoh agama ini berlangsung sebelum Pangeran Aria Kamuning.

Laporan Kontributr Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN – Gerbang makam Syekh Irengan dan Syekh Abdul Muhyi Pamijahan di tempat wisata Darmaloka, Desa/Kecamatan Darma, Kuningan terpaksa dikunci oleh juru kunci atau kunce, Ading. 

Pasalnya, ada oknum peziarah yang berkunjung ke makam dan petilasan tokoh penyebar Islam pertama di Kuningan itu untuk meminta nomor judi dan mengadu nasib.

“Penguncian pintu gerbang kedua makam itu, karena pernah ada pengunjung yang tawasulan hingga bermalam dan minta minta nomor atau mengadu nasib seperti begitu,” Ading saat ditemui di lokasi wisata religi, Senin (31/8/2020).

Ading yang juga keturunan Syekh Irengan asli keturunan Pakistan ini mengatakan, dengan penguncian itu bukan berarti pihaknya memonopoli objek wisata religi itu.

“Untuk berdoa dan ngambil air yang berada di kawasan sekitar sini silakan, namun untuk hal yang merusak akidah, jelas kami larang dan tidak boleh sama sekali,” katanya.

Menurut Ading, kegiatan penyebaran Islam yang dilakukan kedua tokoh agama ini berlangsung sebelum Pangeran Aria Kamuning.

Dalam perjalanan penyebaran agama Islam di Kuningan, kata dia, banyak bukti sejarah yang masih terawat hingga saat sekarang.

“Di antaranya itu pembuatan kolam yang berada di sejumlah wilayah Kabupaten Kuningan dan isi kolam tersebut, tidak lain merupakan ikan purbakala atau dikenal dengan ikan dewa,” katanya.

Memasuki Bulan Muharram 1442 Hijriah tahun sekarang, kata dia, jumlah pengunjung atau peziarah itu mengalami penurunan.

Halaman
12
Penulis: Ahmad Ripai
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved