Breaking News:

Video

VIDEO - Cemilan Siwang Binih Asli Indramayu Diminta Diekspor ke Jepang, Sekali Kirim 20 Ribu Pcs

Makanan ini merupakan campuran antara terasi dan bawang merah yang disangrai sehingga memiliki aroma terasi yang kuat.

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Makanan siwang atau terasi bawang memang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan masyarakat pesisir, khususnya di daerah Indramayu dan Cirebon.

Makanan ini merupakan campuran antara terasi dan bawang merah yang disangrai sehingga memiliki aroma terasi yang kuat.

Salah seorang pelaku usaha siwang, Ika Julia (30) mengatakan, siwang ini dahulunya sengaja dibuat sebagai pengganti lauk oleh masyarakat dari kalangan menengah ke bawah.

"Siwang sudah ada sejak zaman dahulu, ini khas Indramayu, Cirebon yang merupakan masyarakat pesisir," ujar dia kepada Tribuncirebon.com di rumah produksi Siwang Binih sekaligus kediamannya di Desa Sukadana, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu, Senin (31/8/2020).

Ika Julia menjelaskan, selain terasi dan bawang, siwang juga dibuat dengan campuran cabai pedas. Rasanya yang gurih dan pedas ditambah aroma terasi yang kuat inilah yang membuat makanan satu ini sangat cocok disantap dengan nasi hangat.

Berdasarkan sejarah, terasi memang sudah ada jauh sejak zaman dahulu dan digunakan sebagai bumbu penyedap.

Oleh masyarakat pesisir kalangan menengah ke bawah dahulu terasi ini diolah sesederhana mungkin karena keterbatasan agar bisa dijadikan lauk makan.

Namun seiringnya zaman, siwang sudah banyak bertransformasi. Kini peminatnya bukan hanya dari masyarakat kalangan bawah saja.

Ika Julia juga mengakui, walau termasuk makanan zaman dahulu, siwang ini tidak pernah ditinggalkan penggemarnya, peminatnya pun justru semakin banyak bahkan hingga ke luar negeri.

Halaman
123
Penulis: Handhika Rahman
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved