Breaking News:

Masuk Zona Merah, Pembukaan Sekolah Tatap Muka di Kecamatan Cibadak Sukabumi Kembali Ditunda

penundaan belajar tatap muka ini berdasarkan hasil rapat tanggal 31 Agustus lalu dengan Muspika Kecamatan Cibadak

TribunJabar.id/Fauzi Noviandi
Ilustrasi belajar tatap muka di Kota Sukabumi. 

Laporan Kontributor Kabupaten Sukabumi M Rizal Jalaludin

TRIBUNCIREBON.COM, SUKABUMI - Pembukaan sekolah tatap muka di Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, kembali ditunda.

Penundaan belajar tatap muka ini dilakukan karena Kecamatan Cibadak kembali masuk zona merah penyebaran Covid-19, di Kabupaten Sukabumi.

Menurut Camat Cibadak, Lesto, penundaan belajar tatap muka ini berdasarkan hasil rapat tanggal 31 Agustus lalu dengan Muspika Kecamatan Cibadak, pemilik dan pengawas sekolah.

"Berdasarkan hasil rapat hari Senin, Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka ditunda alasannya pertama perkembangan Covid-19 di Cibadak cukup masif dalam satu minggu terakhir," ujar Lesto kepada wartawan, Selasa (1/9/2020).

Selain itu, ia juga mengatakan, kesiapan masing-masing sekolah juga belum sesuai dengan Peraturan Bupati (Perbup) 55 Tahub 2020.

"Kesiapan dari masing-masing sekolah belum sesuai dengan Perbup 55 tahun 2020 dan banyak orang tua yang tidak mengizinkan anaknya untuk melaksanakan KBM secara tatap muka," katanya.

Ribuan Masker Dibagikan Muspika

Lesto menyayangkan, padahal pihaknya sudah membagikan sekitar 73 ribu masker kepada masyarakat Cibadak.

Namun, masih saja banyak warga yang tidak menggunakan masker, sehingga menjadi pemicu penyebaran Covid-19 di Cibadak meningkat, dan belajar tatap muka ditunda.

"Dilematis memang, kami sudah membagikan masker itu kurang lebih 73 ribu. Tapi, masih ada saja warga yang abai, toko seenaknya buka dan sebagainya," keluhnya.

"Tapi, kami di Kecamatan hanya bisa memberikan surat himbauan saja karena eksekusi ada di Satpol PP, disisi lain jika kegiatan perekonomian dibatasi dikhawatirkan berdampak para roda perekonomian," ucapnya.

Akan Usulkan PSBB

Lesto mengatakan, dengan kembalinya masuk zona merah penyebaran Covid-19. Tidak menutup kemungkinan pihaknya akan kembali mengajukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Parsial.

"Kita gak bisa tahu siapa yang terpapar karena memang mayoritas itu tanpa gejala, disiplin lah terhadap protokol kesehatan yang menjadi kuncinya. Saya rasa, jika kondisi ini terus berlarut-larut, kami akan usulkan kembali PSBB Parsial," jelasnya.* (M Rizal Jalaludin)

Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved