Breaking News:

DPRD Majalengka Kebut Raperda RDTR

Sementara saat ini, di desa-desa sendiri hanya memakai peta desa yang merupakan data legal sesuai Perdes

Tribuncirebon.com/Eki Yulianto
Ketua Pansus RDTR, Suheri 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) tengah dipersiapkan DPRD Kabupaten Majalengka untuk mendukung percepatan pembangunan khususnya bisnis di wilayah setempat.

Ketua Pansus RDTR, Suheri menyebut untuk membangun wilayah Majalengka ke arah lebih baik diperlukan sinkronisasi data luasan Bapelitbangda yang menggunakan basis data dari Badan Informasi Geospasial (BIG) yang digunakan secara nasional.

Sementara saat ini, di desa-desa sendiri hanya memakai peta desa yang merupakan data legal sesuai Perdes.

“Ada 11 desa masuk RDTR OSS. Total luas wilayah BIG 8.709,96 hektare. Sementara yang masuk RDTR seluas 3.159,56 hektare,” ujar Suheri, Selasa (1/9/2020).

Perda RDTR tersebut dibuat sebagai wujud akselerasi pembangunan perekonomian Kabupaten Majalengka.

Dimana, masuk dalam zona Segitiga Rebana yang menjadi prioritas program pemerintah pusat.

“Maka dari itu, Perda RDTR ini sangat penting dalam rangka menciptakan suasana nyaman dan sekaligus untuk menarik investor datang ke Kota Angin ini,” ucapnya.

Dijelaskan Suheri, Raperda tersebut mengacu kepada basis Online System Submission (OSS), sebagai program percepatan untuk menarik investor.

“Seperti yang sudah diatur oleh pemerintah pusat, dimana Kabupaten Majalengka terpilih dari 57 Kabupaten Kota di Indonesia yang menjadi prioritas utama dalam akselerasi pembangunan perekonomian Nasional,” jelas dia.

Penulis: Eki Yulianto
Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved