Breaking News:

Ini Aplikasi Pertama di Dunia Budidaya Lebah Madu Buatan Peternak Asal Maribaya Bandung Barat

Mereka membudidayakan lebah penghasil madu dari jenis lebah Serana dengan cara menggunakan aplikasi yang bisa diakses menggunakan ponsel.

TribunJabar.id/Syarif Pulloh Anwari
Peternak asal Maribaya, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, membuat aplikasi untuk mempermudah budidaya lebah madu. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Syarif Pulloh Anwari

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG BARAT - Berbagai cara dilakukan para peternak lebah, untuk menghasilkan madu yang terbaik.

Di era digital seperti sekarang ini, peternak asal Maribaya, Lembang, Kabupaten Bandung Barat berhasil menciptakan inovasi baru cara beternak lebah yang lebih efisien.

Mereka membudidayakan lebah penghasil madu dari jenis lebah Serana dengan cara menggunakan aplikasi yang bisa diakses menggunakan ponsel.

Lelang Rumah di Bekasi Harga di Bawah Rp 400 Juta, Siapkan Uang Jaminan untuk Ikut Lelang

Pria di Bandung Duel dengan Begal Hingga Dapat Luka Bacokan, Sepeda Motornya Gagal Dicuri Pelaku

Begal Gentayangan di Bandung, Pria Ini Jadi Korban Bacokan Celurit, Untung Bisa Pertahankan Motor

Hal itu dilakukan oleh peternak lebah bernama Koswara (40) yang sudah hampir empat bulan lamanya, sedang meneliti cara beternak menggunakan alat dan aplikasi bernama Smart Apiculture Management Service (SAMS).

Koswara mengakui penggunaan alat dan aplikasi SAMS ini baru pertama kali di Indonesia bahkan di dunia.

"Cara beternak lebah menggunakan aplikasi SAMS ini ya baru pertama kali di Indonesia bahkan di dunia, jadi enggak beternak secara tradisional lagi, " ujar Koswara di lokasi ternaknya, Senin (31/8/2020).

Koswara mengatakan pihaknya yang kini sedang mengembangkan alat SAMS ini yang berasal dari Jerman bersama Laboratorium Teknik (Labtek) terus mencari inovasi, agar alat ini bisa diproduksi secara massal.

"Ini kerjasama sama dengan Eropa, karena mesin ini dari Jerman, terus sama kami dikembangkan lagi, rencana bakal dibuat versinya Indonesia agar lebih murah, " katanya.

Koswara mengatakan nantinya setelah diproduksi massal para peternak lokal khususnya di Indonesia ini bisa menggunakan alat dan aplikasinya untuk mengembangkan usaha ternak lebahnya. 

Halaman
123
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved