Breaking News:

Video

VIDEO - Corona Membuat Situs Cipari di Kuningan Sepi Pengunjung, Begini Kondisi Taman Purbakala Kini

Penelitian mulai tahun 1975 itu menghasilkan temuan-temuan perkakas dapur, gerabah, perunggu, dan bekas-bekas fondasi bangunan

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN – Meski sudah memasuki masa adaptasi kebiasaan baru (AKB) di saat  Pandemi Covid-19 ini, Destinasi wisata edukasi Taman Purbakala, yang terletak di Kelurahan Cipari, Kecamatan Cigugur, terlihat masih sepi pengunjung.

Walaupun demikian, Suma, pengelola taman purbakala, mengatakan, pihaknya memperbolehkan warga untuk menyimpan barang – barang kuno di museum taman purbakala ini. 

“Terutama mereka (warga) yang memiliki barang – barang temuan zaman dahulu. Seperti yang berada di sini, yaitu piring dari gerabah, cincin dari tanah dan kapak batu dan sejumlah barang lainnya,” ungkap Suma, Sabtu (29/8/2020).

Menurut Suma,  kawasan wisata taman purbakala ini Situs Cipari  ditemukan pada tahun 1972 dengan adanya sebuah peti kubur yang merupakan salah satu ciri dari kebudayaan masa prasejarah.

Suma mengatakan, penemuan ini adalah hasil  penelitian atau ekskavasi arkeologi secara sistematis, di bawah pimpinan Tegus Asmar.

“Penelitian mulai tahun 1975 itu menghasilkan temuan-temuan perkakas dapur, gerabah, perunggu, dan bekas-bekas fondasi bangunan. Situs ini terhitung cukup lengkap menggambarkan kehidupan masyarakat pada masa itu,” katanya.

Dilansir indonesiakaya.com, pada tahun 1976 dibangun museum yang berfungsi sebagai tempat untuk menyimpan, merawat, dan memamerkan benda-benda hasil temuan tersebut. Pada tanggal 23 Februari 1978 museum diresmikan berdiri oleh Menteri Pendidikan saat itu, Prof. Dr. Syarif Thayeb.

Bila mengacu pada tipologi dan stratigrafi, Situs Cipari merupakan gabungan antara zaman neolitik dan megalitikum. Hal ini dapat dilihat dari hasil temuan yang menggambarkan bahwa masyarakat pada waktu itu telah mengenal perunggu serta memiliki keahlian bercocok tanam dan berorganisasi dengan baik.

Selain itu, batu-batu besar yang berfungsi sebagai media komunikasi dengan arwah nenek moyang menjadi landasan mengapa Situs Cipari adalah peninggalan zaman Megalitikum.

Halaman
12
Penulis: Ahmad Ripai
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved