Breaking News:

Covid-19 Bikin Destinasi Wisata Edukasi Cipari Sepi Pengunjung, Begini Kondisi Taman Purbakala Kini

pihaknya memperbolehkan warga untuk menyimpan barang – barang kuno di museum taman purbakala ini.

TribunCirebon.com/Ahmad Ripai
Lingkungan dan barang yang berada di Taman Purbakala di Kelurahan Cipari, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan. 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN – Meski sudah memasuki masa adaptasi kebiasaan baru (AKB) di saat  Pandemi Covid-19 ini, Destinasi wisata edukasi Taman Purbakala, yang terletak di Kelurahan Cipari, Kecamatan Cigugur, terlihat masih sepi pengunjung.

Walaupun demikian, Suma, pengelola taman purbakala, mengatakan, pihaknya memperbolehkan warga untuk menyimpan barang – barang kuno di museum taman purbakala ini. 

“Terutama mereka (warga) yang memiliki barang – barang temuan zaman dahulu. Seperti yang berada di sini, yaitu piring dari gerabah, cincin dari tanah dan kapak batu dan sejumlah barang lainnya,” ungkap Suma, Sabtu (29/8/2020).

Menurut Suma,  kawasan wisata taman purbakala ini Situs Cipari  ditemukan pada tahun 1972 dengan adanya sebuah peti kubur yang merupakan salah satu ciri dari kebudayaan masa prasejarah.

Suma mengatakan, penemuan ini adalah hasil  penelitian atau ekskavasi arkeologi secara sistematis, di bawah pimpinan Tegus Asmar.

“Perlakukan mulai tahun 1975 itu menghasilkan temuan-temuan perkakas dapur, gerabah, perunggu, dan bekas-bekas fondasi bangunan. Situs ini terhitung cukup lengkap menggambarkan kehidupan masyarakat pada masa itu,” katanya.

Mengenai sebaran peti batu kubur, kata Suma, ini terkenal dengan sebutan megalitik dan sudah terdata bahwa daerah sebarannya ada di Desa Cibuntu, Mandirancan yang dikenal dengansebutan batu patung, kemudian di Daerah Pancalang, Rajadanu, dan Cigadung. (*)

Penulis: Ahmad Ripai
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved