Breaking News:

Ditangkap Polisi Lagi Karena Sabu, Jamal Preman Pensiun Minta Maaf

Jamal preman pensiun ditangkap lagi anggota Satres Narkoba Polrestabes Bandung karena kasus yang sama.

Dokumentasi Satres Narkoba Polrestabes Bandung
Zulfikar, pemeran Jamal pada film sinetron Preman Pensiun, ditangkap Satnarkoba Polrestabes Bandung. Foto diambil saat penangkapan tahun lalu. Kini Zulfikar kembali ditangkap polisi karena kasus yang sama. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha

TRIBUNCIREBON.COM,BANDUNG- Zulfikar alias Ikang Sulung (39)‎, pemeran tokoh Jamal di sinetron Preman Pensiun baru saja selesai menjalani rehabilitasi ketergantungan narkoba milik BNN di Lido, Bogor.

Namun, dia ditangkap lagi anggota Satres Narkoba Polrestabes Bandung karena kasus yang sama.

Sirojudin Yakin Nina Agustina Dai Bachtiar-Lucky Hakim Menangi Pilkada Indramayu 2020

Ikang panggilan sehari-harinya, ditangkap di kosan miliknya di Jalan Cisaranten Kecamatan Arcamanik Kota Bandung pada Kamis (27/8/2020).

Kali ini, dia akan terhindar dari rehabilitasi. Saat dihadirkan, dia tampak mengenakan pakaian tahanan dan meminta maaf.

"Saya meminta maaf sebesar-besarnya kepada keluarga kepada masyarakat atas apa yang saya alami ini. Jangan sampai mengalami apa yang saya alami," ujar dia.

Dia tidak main di Preman Pensiun 4 yang tayang pada momen Ramadhan. Selama pandemi Covid 19, jobnya sebagai aktor berkurang.

Malam Ini Persib Bandung vs PSM di Si Jalak Harupat, tapi Itu Andai Gak Ada Covid-19

"Memang agak berat ketika baru keluar rehab lalu kena lagi. Situasi sedang lock down karena pandemi Covid 19 dan memang pekerjaan dan lainnya sedang sulit bagi saya dan banyak hal lagi," ucapnya.

Sejak selesai menjalani rehabilitasi, dia baru pertama lagi mengkonsumsi sabu yang dia beli dari pria berinisial Aa seharga Rp 500 ribu. Aa juga ditangkap.

"Terakhir kemarin saya tergoda untuk memakai lagi, itu
yang pertama kemudian saya berujung di sini," ujar dia.

Kapolrestabes Bandung Kombes Ulung Sampurna Jaya mengatakan besar kemungkinan Ikang akan menjalani proses hukum alias tidak akan menjalani rehabilitasi lagi. Tapi, itu pun nanti tergantung dari penyidik.

"Nanti tergantung penyidik. Yang penting kami sebagai penyidik menyimpulkan fakta yang ada. Nanti terserah hakim yang memutuskan," ujar dia.

Editor: Mutiara Suci Erlanti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved