Breaking News:

Kerabat Kesultanan Sampaikan Pernyataan Sikap Soal Penobatan Sultan Keraton Kasepuhan Cirebon

Keluarga besar Kesultanan Cirebon menyatakan sikap mengenai sosok yang pantas menjabat sebagai Sultan Sepuh XV.

Tribuncirebon.com/Ahmad Imam Baehaqi
Keluarga besar Kesultanan Cirebon saat menyampaikan pernyataan sikap mengenai penobatan Sultan Keraton Kasepuhan di kompleks Makam Sunan Gunung Jati, Desa Astana, Kecamatan Gunungjati, Kabupaten Cirebon, Selasa (24/8/2020) malam. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Keluarga besar Kesultanan Cirebon menyatakan sikap mengenai sosok yang pantas menjabat sebagai Sultan Sepuh XV.

Perwakilan kerabat Kesultanan Cirebon, Elang Tommy Iplaludin Denda Brata, mengatakan, pernyataan sikap tersebut sebagai respons terhadap polemik yang muncul.

3 Tersangka Kasus Djoko Tjandra Dicecar dengan Puluhan Pertanyaan, Irjen Napoleon Tak Ditahan

Terutama, menurut dia, adanya pihak yang mengklaim berhak mewarisi takhta Keraton Kasepuhan selain putra mahkota, PRA Luqman Zulkaedin.

Yakni, Raharjo Djali yang mengaku sebagai cucu Sultan Sepuh XI, Tadjoel Arifin Djamaluddin Aluda Mohammad Samsudin Radjaningrat, dan Ketua Umum Santana Kasultanan Cirebon, Pangeran Kuda Putih atau Raden Heru Rusyamsyi Arianatareja.

Ramalan Mengejutkan Stephen Hawking yang Bikin Merinding: Wabah Mengerikan, Perang Hingga Asteroid

"(pernyataan sikap) ini didasari fenomena yang muncul sekarang," kata Elang Elang Tommy Iplaludin Denda Brata saat ditemui di kompleks Makam Sunan Gunung Jati, Desa Astana, Kecamatan Gunungjati, Kabupaten Cirebon, Selasa (24/8/2020) malam.

Ia menegaskan tidak ingin masuk maupun membuka konflik baru dengan pihak-pihak yang menyatakan sebagai "yang paling berhak" menempati posisi tersebut.

Padahal, kata dia, pihak-pihak tersebut bukanlah keturunan Sunan Gunung Jati.

Pihaknya hanya ingin meluruskan sejarah, khususnya masa-masa yang disebut sebagai sejarah peteng (gelap) Cirebon.

Jadwal Puasa Tasua dan Asyura pada 9 & 10 Muharram, Dilaksanakan 28 & 29 Agustus 2020, Beserta Niat

"Kami ingin membuat terang-benderang apa yang disebut sejarah peteng itu," ujar Elang Tommy Iplaludin Denda Brata.

Adapun pernyataan sikap yang disampaikan sedikitnya memuat tiga poin, di antaranya, keturunan Kesultanan Cirebon yang merupakan trah langsung Syekh Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati berkewajiban meluruskan nasabnya.

Selain itu, pihaknya juga tidak bertanggung jawab mengenai akan diadakannya penobatan Sultan Kasepuhan Cirebon.

Pasalnya, PRA Lukman Zulkaedin yang akan dinobatkan sebagai Sultan Sepuh XV bukan nasab atau keturunan langsung dari Syekh Syarif Hidayatullah.

Pedagang Kantin RSUD 45 Kuningan Ngotot Tetap Berjualan, Padahal Baru Muncul Klaster Rumah Sakit

"Kami juga meminta pemerintah tidak terlibat dan tidak berpihak dalam urusan internal keluarga besar kami," kata Elang Tommy Iplaludin Denda Brata.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Cirebon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved