Breaking News:

Keluarga Besar Kesultanan Cirebon Menolak PRA Luqman Dinobatkan Jadi Sultan Sepuh XV, Ini Alasannya

Penolakan tersebut disampaikan dalam pernyataan sikap keluarga besar Kesultanan Cirebon di kompleks Makam Sunan Gunung Jati, Cirebon

Ahmad Imam Baehaqi/Tribuncirebon.com
Putra Mahkota, PRA Luqman Zulkaedin, saat menjadi inspektur upacara pengibaran bendera HUT ke-75 Republik Indonesia di Taman Dewan Daru Keraton Kasepuhan, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Senin (17/8/2020). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Keluarga besar Kesultanan Cirebon yang meliputi Keraton Kanoman, Keprabonan, Kacirebonan, dan Kasepuhan menolak penobatan PRA Luqman Zulkaedin sebagai Sultan Sepuh XV.

//

Saat ini, PRA Luqman Zulkaedin masih berstatus putra mahkota dan rencananya akan dinobatkan sebagai Sultan Keraton Kasepuhan pada Minggu (30/8/2020).

Penolakan tersebut disampaikan dalam pernyataan sikap keluarga besar Kesultanan Cirebon di kompleks Makam Sunan Gunung Jati, Desa Astana, Kecamatan Gunungjati, Kabupaten Cirebon, Selasa (24/8/2020) malam.

Perwakilan kerabat Kesultanan Cirebon, Elang Tommy Iplaludin Denda Brata, mengatakan, penolakan tersebut dikarenakan Luqman bukan merupakan keturunan Sunan Gunung Jati.

3 Tersangka Kasus Djoko Tjandra Dicecar dengan Puluhan Pertanyaan, Irjen Napoleon Tak Ditahan

Namun, dalam pernyataan sikap yang disampaikannya tidak menyebut adanya perihal penolakan tersebut.

Poin kedua pernyataan sikap itu hanya menjelaskan bahwa pihaknya tidak bertanggung jawab mengenai akan diadakannya penobatan atau jumengan PRA Luqman Zulkaedin sebagai Sultan Kasepuhan Cirebon.

"Dari pernyataan kami sudah jelas, ada bahasa tidak bertanggung jawab apabila Luqman dinobatkan sebagai Sultan, bisa diartikan kami menolak (penobatan sultan)," kata Elang Tommy Iplaludin Denda Brata.

Ia menegaskan, keluarga besar Kesultanan Cirebon tidak memihak kepada siapapun, khususnya polemik pewaris takhta Keraton Kasepuhan.

Antrean Panjang Sidang Cerai di Pengadilan Agama, Banyak Suami Ditinggal Istri Karena Tak Punya Duit

Terutama munculnya pihak-pihak yang menyatakan sebagai "yang paling berhak" menempati posisi tersebut meski bukan keturunan Sunan Gunung Jati.

Yakni, Raharjo Djali yang mengaku sebagai cucu Sultan Sepuh XI, Tadjoel Arifin Djamaluddin Aluda Mohammad Samsudin Radjaningrat, dan Ketua Umum Santana Kasultanan Cirebon, Pangeran Kuda Putih atau Raden Heru Rusyamsyi Arianatareja.

Karenanya, sebagai keturunan Sunan Gunung Jati pihaknya berniat meluruskan sejarah, khususnya masa-masa yang disebut sebagai sejarah peteng (gelap) Cirebon.

Jadwal Puasa Tasua dan Asyura pada 9 & 10 Muharram, Dilaksanakan 28 & 29 Agustus 2020, Beserta Niat

"Kami tidak berpihak kepada siapapun, dalam hal ini pihak yang berkonflik dalam perebutan kursi Sultan Kasepuhan," ujar Elang Tommy Iplaludin Denda Brata.

Halaman
123
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved