Breaking News:

Pelaksanaan New Normal

Kadisdik Klaim Pelaksanaan KBM Tatap Muka Jenjang SD dan SMP di Majalengka Sudah Sesuai Prosedur

Kadisdik Klaim Gelar KBM Tatap Muka Jenjang SD dan SMP di Majalengka Sudah Sesuai Prosedur

Penulis: Eki Yulianto
Editor: Fauzie Pradita Abbas
Tribunnews/JEPRIMA
Sejumlah siswa mencuci tangan dengan sabun sebelum mengikuti uji coba kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka di SMPN 2 Bekasi, Jawa Barat, Selasa (4/8/2020). Pemkot Bekasi memperbolehkan aktivitas tatap muka di sekolah kembali berlangsung dengan alasan angka penularan Covid-19 di Kota sudah di bawah satu. Tribunnews/Jeprima 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Adanya Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) melalui sistem tata muka di Kabupaten Majalengka menuai pro dan kontra.

Diketahui, KBM tatap muka resmi digelar pada Senin (24/8/2020) kemarin di sejumlah kecamatan yang dianggap telah masuk zona hijau.

Dinas Pendidikan Majalengka dianggap melanggar protap Gubernur Jabar yang mana KBM tatap muka harusnya digelar diawali dari jenjang SMA.

Namun, di Kota Angin ini SMP dan SD sudah mulai melakukan kegiatan tersebut.

Saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Kepala Dinas Pendidikan Majalengka, Ahmad Suswanto mengatakan, pihaknya sudah melakukan sesuai prosedur terkait telah dimulainya KBM tatap muka.

Salah satunya, sesuai arahan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan bahwasanya Kabupaten Majalengka merupakan daerah yang diperbolehkan menggelar kegiatan tersebut.

"Kami berangkat, berdasarkan sambutan menteri Pendidikan dan Kebudayaan bahwa ada 160 kota/kabupaten sudah boleh melakukan pelaksanaan tatap muka, salah satunya Majalengka," ujar Ahmad, Selasa (25/8/2020).

Dari situlah, jelas dia, pihaknya langsung mengajukan pelaksanaan tersebut ke Bupati.

Bahkan, pengajuan itu sudah dilakukannya sebanyak tiga kali.

"Makanya, kami mengajukan pelaksanaan surat ke Bupati. Pertama, minta penjelasan terkait pembelajaran tatap muka. Kedua, meminta pelaksanaan taap muka. Meminta juga memberi dua alternatif, alternatif pertama sistem shift, kedua mengurangi jam belajar," ucapnya.

Oleh karena itu, dari setiap pengajuan itu, pihaknya mendapat lampu hijau dari Gugus Tugas Covid-19 Majalengka bahwa pembelajaran tatap muka boleh diselenggarakan.

Namun, sesuai prosedur protokol kesehatan yang ketat.

"Insyaallah semua sekolah yang sudah giat tatap muka mengikuti prosedur yang kami berikan. Giat tatap muka juga atas aspirasi para orang tua. Ketika orang tua membuat surat izin KBM tatap muka, kebanyakan mereka mendukung," jelas dia.

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved