Breaking News:

Petugas Gabungan Razia Masker Besar-besaran di Palabuhanratu dan Sekitarnya, Pelanggar Baru Ditegur

pihaknya juga membagikan sekitar 100 masker ke penumpang kendaraan umum dan pengendara yang tidak menggunakan masker.

Editor: Machmud Mubarok
TribunJabar.id/M Rizal Jalaludin
Petugas gabungan dari berbagai unsur melakukan razia masker secara besar-besaran di sejumlah titik di Palabuhanratu dan sekitarnya, Jumat (21/8/2020). 

Laporan Kontributor Kabupaten Sukabumi M Rizal Jalaludin

TRIBUNCIREBON.COM, SUKABUMI - Satuan gabungan TNI Polri, Satpol PP hingga anggota Pramuka di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, kembali melakukan razia masker terhadap pengendara roda dua dan empat, Jumat (21/8/2020).

Razia dilakukan di sejumlah titik persimpangan Jalan Raya, antara lain di persimpangan Jalan Raya Bagbagan, Simpenan dan Palabuhanratu, serta di peraimpangan Gunung Butak, Kecamatan Palabuhanratu.

Menurut Camat Palabuhanratu Ahmad Samsul Bahri, ada sekitar 30 personel gabungan TNI Polri, Satpol PP dan anggota Pramuka yang melakukan razia.

Saat lakukan razia, pihaknya hanya memberikan teguran dan memutarbalikkan pengendara yang tidak menggunakan masker.

Selain itu, pihaknya juga membagikan sekitar 100 masker ke penumpang kendaraan umum dan pengendara yang tidak menggunakan masker.

"Sementara kami hanya memberikan teguran dan memutar balikkan pengendara yang tidak menggunakan masker. Kurang lebih ada 100 masker yang dibagikan ke pengendara," ujarnya.

"Kita masih dalam kondisi Covid-19 diharapkan masyarakat untuk memperhatikan protokol kesehatan, dengan cara salah satunya menggunakan masker saat keluar rumah," katanya.

Daftar Harga Oppo Terbaru Agustus 2020 dan Bocoran Spesifikasi Oppo A53 yang Bakal Segera Dirilis

Waspada, Banyak Ibu Rumah Tangga di Indramayu Terkena Covid-19, Bulan Agustus Sudah Ada 4 Orang

Daftar Harga iPhone Terbaru Agustus 2020: Mulai iPhone 7 Plus hingga iPhone 11 Pro Max

Sementara itu, Danramil 2202 Palabuhanratu, Kapten Inf Budi HP mengatakan, penertiban masker ini dilakukan menindaklanjuti perintah pimpinan satuan masing-masing.

"Jadi penertiban penekanan penggunaan masker ini perintah dari masing-masing pimpinan kita," ucapnya.

Budi mengatakan, belum ada penerapan sanksi sosial seperti menyapu, menyanyikan lagu kebangsaan, terhadap pengendara ataupun penumpang angkutan umum yang tidak menggunakan masker.

"Saat ini belum ada sanksi sosial, tapi melihat persentase pengendara yang menggunakan masker dan tidak lebih banyak yang menggunakan. Alhamdulillah sudah sangat meningkat sekali. Yang tidak pakai masker itu mereka pada dasarnya membawa masker, jadi kita memberikan efek kejut kepada mereka agar memakai masker," terangnya.

"Jadi virus ini kita gak tahu bentuknya seperti apa, jadi kita memberikan penekanan kepada mereka agar menggunakan masker, jangan sampai mereka jadi yang menularkan dan tertularkan," ujar Budi. (M Rizal Jalaludin)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved