Breaking News:

Perwakilan BI Cirebon Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Triwulan Ketiga 2020 Bergerak Positif

Pihaknya pun siap membantu Pemkab Cirebon untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi Kabupaten Cirebon.

Istimewa
Bupati Cirebon, Imron Rosyadi (kedua kanan), menerima uang Rp 75 ribu edisi spesial HUT ke-75 RI usai High Level Meeting TPID Kabupaten Cirebon di Aston Cirebon Hotel & Convention Center, Jalan Brigjend Dharsono, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, Kamis (20/8/2020) malam. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Cirebon, Bakti Artanta, optimistis pertumbuhan ekonomi pada triwulan ketiga 2020 bergerak positif.

Ia mengakui pada triwulan kedua 2020 pertumbuhan konomi secara nasional menurun hingga minus 5,3 persen.

Sementara pertumbuhan ekonomi Jawa Barat pada triwulan kedua 2020 tercatat menurun hingga minus 5,89 persen.

"Optimisme ekonomi di triwulan ketiga ini harus dibangun, sehingga bisa positif," kata Bakti Artanta saat ditemui usai High Level Meeting Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Cirebon di Aston Cirebon Hotel & Convention Center, Jalan Brigjend Dharsono, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, Kamis (20/8/2020) malam.

Pihaknya pun siap membantu Pemkab Cirebon untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi Kabupaten Cirebon.

Ia mengatakan, Bupati Cirebon, Imron Rosyadi, mengizinkan jajarannya berkolaborasi langsung dengan SKPD di lingkungan Pemkab Cirebon.

Hal tersebut, menurut Bakti, merupakan peluang yang bagus sehingga diharapkan dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Cirebon.

Daftar Harga Sepeda Lipat Murah, Banderol Mulai Rp 1 Jutaan, Cocok Bawa Pulang, Langsung Gowes

Daftar Harga Hp Oppo Terlengkap Agustus 2020: Mulai dari Oppo A5, A92, F11, F15, Reno3 hingga Reno4

12 Juta Rekening Calon Penerima BLT Rp 600 Ribu Sudah Terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan, Cek Namamu

"Ini peluang bagus. Semoga wilayah lainnya bisa menyusul secepatnya," ujar Bakti Artanta.

Bakti menyampaikan, penerapan adaptasi kebiasaan baru (AKB) menjadi harapan besar bagi sektor perekonomian.

Pasalnya, kegiatan ekonomi masyarakat bisa lebih produktif dan berkembang, tidak dibatasi seperti masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Namun, ia mengakui aktivitas di sektor perekonomian di masa AKB harus benar-benar mematuhi protokol kesehatan.

"Keamanan dan kesehatannya harus dijaga, kalau tidak, (bisa) PSBB lagi," kata Bakti Artanta.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved