Breaking News:

video

VIDEO - Warga Desa Mundak Jaya Indramayu Buat Kado HUT ke-75 RI Berupa Instalasi Jaran Kayu Putih

kata Jaran diartikan pula sebagai ajaran, kayu diartikan sebagai qoyyum/hayat yang berarti hidup, dan putih diartikan bersih.

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Warga di Desa Mundak Jaya, Kecamatan Cikedung, Kabupaten Indramayu punya cara unik dalam memeriahkan hari kemerdekaan.

Di momen HUT Ke-75 RI tahun ini, mereka dibantu pemerintah desa membuat sebuah replika kuda dari limbah kayu putih.

Replika tersebut mereka letakan di tengah sawah tepat di depan balai desa agar masyarakat yang melintas bisa melihatnya dengan jelas.

Salah seorang warga, Sudarman (47) mengatakan, ada makna terdalam yang ingin disampaikan masyarakat kepada publik melalui replika tersebut.

"Pada tahun ini kita temanya adalah Jaran Kayu Putih," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Rabu (19/8/2020).

Sudarman menjelaskan, Jaran merupakan arti kata dari kuda dalam bahasa Jawa. Sedangkan kata kayu putih diambil dari bahan baku pembuatan.

Menurut Sudarman, kata Jaran diartikan pula sebagai ajaran, kayu diartikan sebagai qoyyum/hayat yang berarti hidup, dan putih diartikan bersih.

Jika dimaknai, replika ini mengajarkan masyarakat untuk senantiasa berprilaku hidup bersih. Hal ini pun sejalan dengan anjuran pemerintah dalam menanggulangi pandemi Covid-19.

"Kita masyarakat Mundak Jaya khususnya di Blok Munjul ingin mengajak masyarakat pakai masker, cuci tangan, dan jaga jarak," ujar dia. 

Pantauan Tribuncirebon.com, ada sebanyak 5 buah Jaran Kayu Putih yang dibuat masyarakat di sebuah sawah tepat didepan balai desa.

12 Juta Rekening Calon Penerima BLT Rp 600 Ribu Sudah Terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan, Cek Namamu

BLT Rp 600 Ribu Bagi Karyawan Cair 25 Agustus 2020, Begini Cara Cek Namamu di BPJS Ketenagakerjaan

Puncak Bogor Macet Parah, Penerapan Arus Satu Arah Kurang Efektif

Sudarman mengaku, itu sebagai wujud dasar negara Indonesia yang diartikan sebagai pancasila.

Masyarakat berharap, di momen HUT Ke-75 ini kesatuan dan persatuan bangsa tetap utuh sebagaimana arti dari Pancasila itu sendiri.

Uniknya jarak antar Jaran Kayu Putih pun dibuat berjauhan, ini sebagai bentuk ajakan kepada masyarakat untuk disiplin sosial dan physical distancing di masa pandemi sekarang.

Di hadapan para Jaran Kayu Putih juga dibuat sebuah gerbang bertuliskan "Munjul Mundak Jaya".

Gerbang itu terbuat dari berbagai limbah yang didapat warga dari alam. Warga juga membuat simbol-simbol seperti spanduk sebanyak 4 buah di gerbang tersebut.

"Di situ juga ada gambar-gambar seperti ikan, hewan-hewan, petak sawah, dan lain-lain," ujar dia.

Makna dari simbol itu menunjukan kekayaan Sumber Daya Alam (SDA) yang dimiliki Kabupaten Indramayu.

Menurut Sudarman, sejauh mana kita berlari, kita akan kembali lagi ke alam dan sumber daya alam yang dimiliki Kabupaten Indramayu harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk kemajuan daerah.

"Setiap tahun tema yang diangkat berbeda-beda tergantung situasi kondisi sekarang," ujarnya.

Pada tahun kemarin, masyarakat setempat membuat sebuah replika hantu dalam peringatan hari kemerdekaan.

"Tahun kemarin replika hantu, karena di sini sering terjadi kecelakaan, ya sebagai pengingat untuk berhati-hati dalam berkendara," ujarnya.

Penulis: Handhika Rahman
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved