Breaking News:

Wacana Pendidikan Militer

Prabowo Subianto Wacanakan Pendidikan Militer Bagi Mahasiswa, Ini Tanggapan Anggota DPR RI

Kemudian, 30 persen lainnya, kata Syaiful Huda, ialah bela negara berupa pelatihan fisik kemiliteran.

Editor: Mumu Mujahidin
Kompas.com
Prabowo Subianto 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNCIREBON.COM, PURWAKARTA - Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto mengeluarkan wacana terkait adanya penerapan pendidikan militer kepada mahasiswa dengan menggandeng Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui program bela negara.

Nantinya hasil akhir program bela negara tersebut akan menjadi komponen cadangan.

Ketua Komisi X DPR RI, Syaiful Huda pun memberikan tanggapannya terkait wacana ini.

Menurut Syaiful Huda, dirinya mengapresiasi atas apa yang diwacanakan itu dan merespon baik.

Wacana komponen cadangan ini diakui Syaiful Huda memang menjadi yang pertama kalinya.

"Kalau perlu jangan hanya mahasiswa tapi seluruh pramuka juga perlu dijadikan Komcad, supaya mereka punya kedisiplinan yang kuat serta kebugaran yang bagus," katanya, Kamis (20/8/2020) di Purwakarta.

Syaiful Huda menekankan betapa pentingnya kaum milenial digenjot baik secara fisik maupun kecintaan terhadap tanah airnya, lantaran saat ini kaum milenial sudah terlalu lama menikmati gawai sehingga lupa untuk berolahraga.

"Saya pikir formulasinya nanti itu 70-30, yakni 70 persen penanaman pengetahuan terhadap tanah air untuk menumbuhkan kecintaan yang kuat, atau istilahnya Hubbul Waton Minal Iman (mencintai tanah air sebagian dari iman). Jadi, kami punya khas doktrin semacam itu," katanya.

Kemudian, 30 persen lainnya, kata Syaiful Huda, ialah bela negara berupa pelatihan fisik kemiliteran.

"Tapi, itu kan baru wacana saja. Saya berharap Kemenhan dapat mengajak Kemendikbud, Kemendagri, hingga para perguruan tinggi di Indonesia untuk merumuskan formulanya," ujarnya. (*)

BLT Rp 600 Ribu Bagi Karyawan Cair 25 Agustus 2020, Begini Cara Cek Namamu di BPJS Ketenagakerjaan

12 Juta Rekening Calon Penerima BLT Rp 600 Ribu Sudah Terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan, Cek Namamu

BMKG: Peringatan Dini Cuaca Ekstrem, Jumat 21 Agustus 2020: Jabar Potensi Hujan Lebat dan Angin

Perwira Cadangan

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbud Nizam mengatakan, mahasiswa yang mengikuti program bela negara dapat menjadi perwira cadangan.

Sebab, dalam program tersebut terdapat sejumlah persyaratan apabila mahasiswa ingin mengikutinya.

"Mahasiswa dapat mengambil program komponen cadangan dengan mengikuti pelatihan yang disiapkan Kemenhan," ujar Nizam saat dihubungi Kompas.com, Rabu (19/8/2020).

"Kalau memenuhi syarat, saat lulus selain mendapat kesarjanaan, juga dapat menjadi perwira cadangan," lanjut dia.

Nizam tak menjelaskan lebih rinci apa yang dimaksud sebagai perwira cadangan tersebut. Nizam menambahkan, program bela negara yang direncanakan bersama Kementerian Pertahanan (Kemenhan) adalah untuk mengimplementasikan amanah undang-undang.

Pada UU Nomor 23 Tahun 2019, terdapat hak WNI menjadi komponen cadangan untuk pertahanan negara.

"Dalam UU 23/2019 tentang sumber daya nasional untuk pertahanan negara, salah satunya mengamanahkan tentang hak WNI untuk menjadi komponen cadangan. Hak tersebut kita penuhi melalui skema kampus merdeka ," ujar Nizam.

"Sehingga mahasiswa dapat mengambil haknya untuk menjadi komponen cadangan pertahanan negara," tutur dia.

Selain itu, Nizam menekankan bahwa program tersebut bukanlah program yang wajib diambil. Mahasiswa boleh mengikuti atau tidak mengikuti program tersebut.

Saat ini, program bela negara masih dalam tahap pembahasan dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Namun rencananya, program bela negara akan disiapkan untuk beberapa tingkatan pendidikan. Mulai dari universitas, sekolah menengah atas, menengah dan sekolah dasar, bahkan untuk usia dini.

Wakil Menteri Pertahanan Sakti Wahyu Trenggono menyebut, orangtua juga akan dilibatkan dalam program ini.

"Misal memberikan dongeng-dongeng sebelum tidur kepada putra-putrinya, ditemani tidur kemudian didongengkan tentang Indonesia , bagaimana sejarah Indonesia, bagaimana budaya Indonesia," tutur dia.

Batalkan

Lembaga swadaya masyarakat yang bergerak di bidang HAM Imparsial mendesak Kementerian Pertahanan membatalkan perekrutan mahasiswa dalam program bela negara.

Imparsial khawatir keterlibatan mahasiswa di dalam program bela negara itu akan menciptakan kultur yang militeristik di kalangan mahasiswa.

"Rencana pendidikan militer dengan alasan bela negara bagi mahasiswa ini harus ditolak. Karena berdampak transformasi budaya militeristik bagi mahasiswa," ujar Koordinator Peneliti Imparsial Ardi Manto Adiputra dalam keterangan tertulis, Rabu (19/8/2020).

Kultur militeristik, lanjut Ardi, dapat merusak iklim demokratis yang ada pada kalangan mahasiswa. Hal tersebut bahkan dapat mengikis daya kritis mahasiswa.

Apabila hal tersebut terjadi, maka berbahaya untuk jangka panjang. Justru semestinya mahasiswa dilibatkan di dalam program-program yang mendukung pengembangan budaya dekomrasi.

Ardi menambahkan bahwa program bela negara semestinya tidak diidentikkan dengan terlibat dalam dunia kemiliteran.

"Bisa dilakukan dengan berbagai cara, seperti meningkatkan prestasi dan kualitas sumber daya manusia Indonesia yang akan bersaing pada level internasional," kata Ardi.

Sebelumnya, Kemenhan tengah menjajaki kerja sama (Kemendikbud) dalam program bela negara. Kerja sama ini guna merekrut mahasiswa untuk terlibat dalam latihan militer melalui program bela negara.

"Nanti, dalam satu semester, mereka bisa ikut pendidikan militer. Nilainya dimasukan ke dalam SKS yang diambil.  Ini salah satu yang sedang kita diskusikan dengan Kemendikbud untuk dijalankan," ujar Wakil Menteri Pertahanan Sakti Wahyu Trenggono dalam keterangan tertulis, Minggu (16/8/2020).

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mahasiswa yang Ikut Bela Negara Bisa Jadi Perwira Cadangan", Klik untuk baca: https://nasional.kompas.com/read/2020/08/19/19455191/mahasiswa-yang-ikut-bela-negara-bisa-jadi-perwira-cadangan.
Penulis : Irfan Kamil
Editor : Fabian Januarius Kuwado

Download aplikasi Kompas.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat:
Android: https://bit.ly/3g85pkA
iOS: https://apple.co/3hXWJ0L

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved