Breaking News:

HIMKI Cirebon Prihatin Ada Pihak yang Inginkan Dibukanya Keran Ekspor Log dan Bahan Baku Rotan

Menurut dia, mereka menganggap ekspor bahan baku lebih praktis dan menguntungkan dibanding barang jadi berupa mebel serta kerajinan.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Mumu Mujahidin
Ahmad Imam Baehaqi/Tribuncirebon.com
Ketua Umum DPP HIMKI, Supriyadi (ketiga kiri), saat konferensi pers usai Munas ke-2 DPP HIMKI di di Hotel Santika Cirebon, Jalan Wahidin, Kota Cirebon, Rabu (19/8/2020). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) merasa prihatin masih adanya pihak yang menginginkan dibukanya ekspor log dan bahan baku rotan.

Ketua Umum DPP HIMKI, Supriyadi, mengatakan, pihak-pihak itupun mengutarakan beragam alasan agar keran ekspor log dan bahan baku rotan dibuka.

Menurut dia, mereka menganggap ekspor bahan baku lebih praktis dan menguntungkan dibanding barang jadi berupa mebel serta kerajinan.

"Ekspor log dan bahan baku ini harus dicegah, jangan sampai dibuka," kata Supriyadi saat ditemui usai Munas ke-2 DPP HIMKI di di Hotel Santika Cirebon, Jalan Wahidin, Kota Cirebon, Rabu (19/8/2020).

Ia mengatakan, HIMKI juga secara tegas menolak dibukanya ekspor log maupun bahan baku rotan.

Sikap tegas itu mengacu pada matrik pengembangan industri mebel dan kerajinan nasional mengenai pengamanan bahan baku sebagai jaminan penunjang utama terjadinya pertumbuhan industri.

Supriyadi menyampaikan, matrik tersebut digagas HIMKI untuk mencegah dibukanya ekspor tersebut.

"Kalau dibuka, nanti pada akhirnya bahan baku akan diekspor habis-habisan seperti yang terjadi beberapa tahun lalu terhadap bahan baku rotan," ujar Supriyadi.

BLT Rp 600 Ribu Bagi Karyawan Cair 25 Agustus 2020, Begini Cara Cek Namamu di BPJS Ketenagakerjaan

12 Juta Rekening Calon Penerima BLT Rp 600 Ribu Sudah Terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan, Cek Namamu

Selain itu, pihaknya menilai ekspor bahan baku juga sangat bertentangan dengan program hilirisasi yang telah dicanangkan pemerintah.

Ia juga optimistis industri mebel dan kerjaninan di Indonesia akan terus mengalami pertumbuhan.

Jika potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia yang dimiliki bisa dikelola dengan baik, maka Indonesia bisa menjadi leader untuk industri mebel dan kerajinan di Kawasan Regional Asean.

"Ketersediaan bahan baku hasil hutan yang melimpah, sumber daya manusia yang terampil dalam jumlah besar, mestinya menjadi industri yang tangguh," kata Supriyadi.

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved