Breaking News:

Belajar Tatap Muka SMA/SMK di Kabupaten Garut Gagal Digelar Hari Ini, Fasilitas Sekolah Belum Siap

Belajar tatap muka bagi SMA/SMK di Kabupaten Garut masih belum bisa dimulai pada 18 Agustus 2020.

Instagram/Ridwan Kamil
Ilustrasi - Gubernur Jabar Ridwan Kamil turut meninjau simulasi belajar tatap muka saat mendampingi kunjungan Wapres KH Ma'ruf Amin di SMAN 4 Kota Sukabumi, Rabu (7/7/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Wijaksana

TRIBUNCIREBON.COM, GARUT - Belajar tatap muka bagi SMA/SMK di Kabupaten Garut masih belum bisa dimulai pada 18 Agustus 2020. Meski Dinas Pendidikan Jawa Barat mengumumkan Garut bisa memulai pembukaan sekolah pekan ini.

Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman, mengatakan, belum memberi izin pembukaan sekolah pada pekan ini. Pasalnya dari hasil verifikasi, kesiapan sekolah masih jauh dari yang ditentukan.

"Walau dari provinsi sudah memperbolehkan, tapi tetap harus ada izin dari gugus tugas di Garut. Jadi kami belum mengeluarkan izin pembukaan sekolah," ucap Helmi, Selasa (18/8).

Awalnya SMA/SMK di Garut akan dibuka sejak kemarin. Namun dari hasil pertimbangan, pembukaan sekolah diundur.

Penambahan kasus Covid-19 di Garut jadi alasannya. Pada perayaan hari Kemerdekaan ke 75, jumlah konfirmasi positif di Garut melonjak dan jadi rekor terbanyak selama ini.

BLT Rp 600 Ribu Bagi Karyawan Cair 25 Agustus 2020, Begini Cara Cek Namamu di BPJS Ketenagakerjaan

Klinik Aborsi Ilegal Terbongkar, Satu Tahun Terakhir Ada 2.638 Pasien, Raup Rp 70 Juta Per Bulan

Update Kasus Covid-19 di Majalengka, Selasa 18 Agustus 2020, Positif Corona Total Ada 41 Kasus

Ada tujuh orang yang dinyatakan positif dan total kasus konfirmasi positif sebanyak 68 orang. Kecamatan Tarogong Kidul, Karangpawitan, dan Garut Kota jadi salah satu wilayah yang banyak terdapat kasus Covid-19.

"Sarana di sekolah juga belum semua siap. Makanya lebih baik diundur demi keselamatan semua," katanya.

Helmi menambahkan, orang tua juga mempunyai hal untuk melarang anaknya belajar tatap muka. Di masa pandemi ini, pihaknya memaklumi jika ada kekhawatiran penyebaran virus corona.

Kepala Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah XI Garut, Asep Sudarsono belum bisa memastikan waktu pembukaan sekolah. Hingga kini belum ada sekolah yang lolos verifikasi.

"Belum ada (sekolah dibuka). Asalnya ada sekolah yang diajukan dan masuk zona hijau. Tapi ada pemberitahuan dari gugus tugas kalau sekolahnya masuk zona merah," kata Asep saat dihubungi.

Akhirnya, waktu pembukaan pun ditunda. Faktor keselamatan dan kesehatan yang paling utama.

"Kemarin itu siswa dan gurunya tinggal di tes (rapid tes). Cuma karena masuk zona merah, kami batalkan. Sedangkan yang lain, sarananya belum siap meski ada di zona hijau," ucapnya. (firman wijaksana)

Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved